Sabtu, 31/01/2026 00:19 WIB

Tuntunan Al-Qur`an dan Sunnah Agar Doa Diijabah





Rasulullah SAW mengajarkan agar doa diawali dengan memuji Allah dan membaca salawat kepada Nabi, dan ditutup kembali dengan salawat.

Ilustrasi berdoa (Foto: Pexels/Ahmet Polat)

Jakarta, Jurnas.com - Doa merupakan inti ibadah dan bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam Islam, doa tidak sekadar permohonan, tetapi juga cermin keyakinan, ketundukan, dan harapan seorang Muslim kepada Rabb-nya.

Al-Qur’an dan Sunnah memberikan tuntunan yang jelas tentang bagaimana seorang hamba seharusnya berdoa agar doanya lebih dekat kepada pengabulan.

Pengabulan doa bukan semata-mata persoalan waktu, tetapi juga berkaitan dengan adab, sikap batin, serta kesesuaian doa dengan nilai-nilai yang diajarkan Islam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)

Salah satu tuntunan utama agar doa diijabah adalah keikhlasan dan keyakinan. Rasulullah SAW bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ

Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi)

Keyakinan ini menuntut hati yang hadir dan tidak lalai saat berdoa. Doa yang dipanjatkan dengan keraguan dan sekadar lisan, tanpa kesungguhan hati, berpotensi jauh dari pengabulan.

Tuntunan berikutnya adalah memperhatikan adab dalam berdoa. Dalam Sunnah, Rasulullah SAW mengajarkan agar doa diawali dengan memuji Allah dan membaca salawat kepada Nabi, lalu menyampaikan permohonan, dan ditutup kembali dengan salawat.

Selain itu, memilih waktu-waktu mustajab juga dianjurkan. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa doa lebih dekat dikabulkan pada waktu tertentu, seperti sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, saat sujud dalam salat, dan pada hari Jumat. Waktu-waktu ini menjadi momentum spiritual yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Faktor penting lain yang kerap ditekankan dalam Al-Qur’an dan Sunnah adalah menjaga kehalalan rezeki dan perbuatan. Rasulullah SAW memperingatkan bahwa makanan, minuman, dan harta yang diperoleh dari jalan haram dapat menjadi penghalang terkabulnya doa.

Karena itu, kesucian lahir dan batin menjadi bagian tak terpisahkan dari ikhtiar meraih pengabulan doa.

KEYWORD :

Adab Berdoa Sunnah Nabi Salawat Nabi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :