Jum'at, 30/01/2026 19:22 WIB

Sejarah Babinsa, dari Mata dan Telinga Negara hingga Garda Teritorial Desa





Babinsa, singkatan dari Bintara Pembina Desa, merupakan satuan teritorial TNI AD yang memiliki peran langsung di tingkat desa atau kelurahan

Babinsa menggelar Pembinaan dan Pelatihan Anggota Perlindungan Masyarakat atau Linmas (Foto: Kodim 0730)

Jakarta, Jurnas.com - Babinsa, singkatan dari Bintara Pembina Desa, merupakan satuan teritorial TNI AD yang memiliki peran langsung di tingkat desa atau kelurahan. Meski kini dikenal sebagai pembina keamanan dan pembangunan masyarakat, asal-usul Babinsa terkait erat dengan dinamika politik Indonesia sejak era Orde Lama dan Orde Baru.

Dikutip dari berbagai sumber, sejak 1963, pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Babinsa lahir sebagai Bintara Pembina untuk membendung penyebaran paham komunisme ke pedesaan. Panglima Angkatan Darat kala itu, Letnan Jenderal Ahmad Yani, bahkan menginstruksikan Babinsa menjadi mata dan telinga Angkatan Darat di wilayah teritorialnya.

Masuk era Orde Baru, Babinsa dikenal sebagai instrumen penting negara dalam menjaga stabilitas politik. Mereka terlibat dalam pengawasan kelompok subversif, memastikan penduduk desa mendukung Partai Golkar dalam pemilu, hingga berbagai tugas politik lainnya yang menegaskan kedekatan Babinsa dengan kekuasaan saat itu.

Namun, di luar konteks politik, Babinsa selalu menjadi satuan militer terkecil yang bergerak langsung di desa. Dikutip dari Militer, secara struktural, mereka berada di bawah Koramil dan Kodim, bertugas mengumpulkan dan memelihara data terkait geografi, demografi, sosial, potensi sumber daya manusia, dan sumber daya alam wilayah binaannya.

Seiring waktu, peran Babinsa berkembang lebih luas dari sekadar keamanan. Dikutip dari Kodim0504, mereka diminta aktif membina masyarakat, Linmas, membantu program pemerintah, dan menjadi garda terdepan saat terjadi bencana alam, mulai dari evakuasi hingga distribusi bantuan. Kolaborasi Babinsa dengan perangkat desa dan relawan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan yang optimal.

Babinsa juga berperan dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Misalnya, penyuluhan pertanian bagi petani desa membantu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat, meski terdapat beberapa oknum yang terkesan bertolak belakang dengan peran tersebut.

Babinsa diperuntukkan sebagai penghubung antara TNI, pemerintah, dan warga. Meski berperan strategis, Babinsa terkadang menghadapi tantangan berupa keberagaman budaya dan karakter masyarakat. Komunikasi yang efektif dan pemahaman kearifan lokal menjadi kunci agar setiap program berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh warga.

Dari sejarah panjang hingga peran modern, Babinsa di antaranya menjadi simbol kehadiran negara di desa. Mereka bukan hanya diperuntukkan menjaga keamanan, tetapi juga membina masyarakat, menumbuhkan kesadaran bela negara, dan memperkuat ketahanan wilayah secara menyeluruh. (*)

KEYWORD :

Sejarah Babinsa Bintara Pembina Desa Peran Babinsa Teritorial Desa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :