Nebula planet dari bintang mati (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Teleskop Luar Angkasa James Webb baru-baru ini menampilkan anomaly nebula planet NGC 6072 yang berjarak sekitar 3.200 tahun cahaya dari Bumi di rasi Scorpius.
Nebula ini terbentuk dari lapisan luar sebuah bintang yang sedang sekarat, tetapi bentuknya yang tidak lazim mengisyaratkan adanya interaksi kompleks, kemungkinan besar melibatkan bintang lain yang ikut memengaruhi evolusinya.
Dikutip dari Earth pada Jumat (30/1), ketika bintang dengan massa kecil hingga menengah seperti Matahari mencapai akhir hidupnya, prosesnya tidak terjadi secara tiba-tiba.
Selama ribuan tahun, bintang tersebut perlahan melontarkan lapisan luarnya ke ruang antarbintang. Material ini kemudian bercahaya dan membentuk struktur gas serta debu yang dikenal sebagai nebula planet.
Fenomena ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan catatan penting tentang siklus hidup dan kematian bintang.
Berkat kemampuan James Webb Space Telescope, para astronom kini dapat mengamati nebula planet dengan detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Webb memungkinkan peneliti menelusuri lapisan gas dingin, debu, hingga inti panas bintang yang tersisa, sehingga membuka jendela baru untuk memahami dinamika akhir kehidupan bintang.
NGC 6072 jauh dari gambaran nebula yang rapi dan simetris. Alih-alih berbentuk bulat atau menyerupai dua lobus yang berlawanan, citra Webb memperlihatkan struktur yang tampak seperti cipratan cat kosmik. Gas dan debu menyebar ke berbagai arah, membentuk jaringan kusut yang menantang pola nebula planet klasik.
Data dari Near-Infrared Camera (NIRCam) Webb menunjukkan bahwa NGC 6072 bersifat multi-polar. Setidaknya terdapat tiga lobus utama yang memanjang ke arah berbeda.
Satu pasangan lobus membentang dari arah kira-kira jam 11 ke jam 5, pasangan lain dari jam 1 ke jam 7, dan kemungkinan lobus ketiga dari jam 12 ke jam 6. Pola ini menyerupai air mancur yang menyembur ke banyak arah sekaligus.
Struktur yang kompleks ini hampir pasti bukan kebetulan. Para astronom menduga bahwa bentuk NGC 6072 dikikis oleh pengaruh gravitasi dan dinamika dari bintang kedua yang mengorbit bintang utama.
Kehadiran pendamping semacam ini dapat mengacaukan aliran materi yang dikeluarkan, menghasilkan pola asimetris dan multi-arah seperti yang terlihat sekarang.
Bintang utama di pusat NGC 6072 berada di tahap akhir evolusinya, melepaskan lapisan luar sebagai bagian dari transisi menuju katai putih. Namun, ketika ada bintang pendamping di dekatnya, proses ini menjadi jauh lebih rumit.
Interaksi gravitasi dapat memampatkan materi, membelokkannya, bahkan membentuk cakram gas yang orientasinya tegak lurus terhadap lobus-lobus nebula.
Citra resolusi tinggi Webb memperkuat dugaan tersebut. Di wilayah pusat terlihat cahaya biru muda dalam inframerah dekat, menandakan inti bintang yang panas. Di sekelilingnya, pita gas dan debu berwarna oranye gelap melengkung, diselingi celah biru tua.
Bentuk-bentuk ini diduga terbentuk ketika angin bintang yang cepat menerobos halo gas yang lebih lambat dan lebih tua, menciptakan rongga serta bukaan dramatis.
Pengamatan di inframerah menengah menggunakan instrumen MIRI menambahkan lapisan misteri lain. Di pusat nebula tampak sebuah titik kecil berwarna putih kemerahan, kemungkinan besar bintang utama.
Di sekitarnya terlihat pola cincin konsentris yang samar, menyerupai sasaran panah. Struktur ini mengisyaratkan proses yang berlangsung selama ribuan tahun.
Salah satu penjelasan untuk cincin-cincin tersebut adalah peran bintang pendamping yang mengukir pola saat bergerak melalui selubung gas bintang utama, mirip riak di permukaan air.
Penjelasan lain menyebutkan bahwa bintang utama mungkin mengalami denyutan periodik, melontarkan materi secara berkala dengan selang waktu ribuan tahun, sehingga meninggalkan jejak berlapis.
Wilayah merah pada citra inframerah dekat dan area biru pada inframerah menengah sama-sama menandai keberadaan gas molekuler dingin, kemungkinan besar hidrogen molekuler.
Lebih dekat ke pusat, gas yang terionisasi dan bersuhu tinggi bersinar terang. Susunan berlapis antara gas dingin dan panas ini memberi petunjuk tentang urutan peristiwa yang membentuk nebula.
Seiring waktu, NGC 6072 akan memudar. Inti panasnya akan mendingin dan menyusut menjadi katai putih, sementara gas bercahaya akan menyebar ke medium antarbintang. Namun, materi tersebut tidak hilang begitu saja. Unsur-unsur berat yang terbentuk di dalam bintang akan menjadi bahan baku bagi generasi bintang dan planet berikutnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
nebula planet NGC 6072 bintang sekarat Webb evolusi bintang akhir



















