Teh hijau (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Popularitas ini bukan tanpa alasan, karena semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa teh memiliki manfaat kesehatan yang luas.
Namun, para peneliti menekankan bahwa manfaat tersebut sangat bergantung pada jenis teh dan cara konsumsinya, sebagaimana dikutip dari Earth pada Jumat (30/1).
Sebuah tinjauan ilmiah terbaru dari Tea Research Institute di bawah Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS) menunjukkan bahwa teh, terutama teh hijau, berperan dalam menurunkan risiko berbagai penyakit besar seperti penyakit jantung dan diabetes.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa tidak semua produk teh memberikan efek yang sama bagi kesehatan.
Teh berasal dari daun tanaman Camellia sinensis dan pertama kali digunakan manusia sebagai obat tradisional di Tiongkok kuno. Seiring waktu, minuman ini berkembang menjadi bagian dari kebiasaan harian di banyak negara.
Khasiat teh terutama berasal dari senyawa alami di dalam daunnya, khususnya kelompok polifenol yang berperan sebagai antioksidan.
Salah satu kelompok polifenol terpenting dalam teh adalah katekin. Teh hijau mengandung katekin dalam jumlah tinggi karena proses pengolahannya yang minimal, sehingga senyawa aktif tersebut tetap terjaga.
Selain itu, teh hijau juga mengandung kafein dalam kadar ringan serta asam amino bernama theanine, yang mampu menembus sawar darah otak dan berperan dalam meningkatkan relaksasi serta fokus mental.
Dalam satu cangkir teh hijau seduhan segar, terkandung ratusan miligram katekin disertai sedikit kafein. Kombinasi ini memberikan efek stimulan ringan tanpa memicu kegelisahan berlebih seperti yang kerap dikaitkan dengan konsumsi kopi.
Pada teh hitam, proses fermentasi mengubah katekin menjadi senyawa lain seperti theaflavin dan thearubigin, yang tetap bermanfaat tetapi memiliki tingkat penyerapan yang berbeda di dalam tubuh.
Manfaat teh terhadap kesehatan jantung termasuk yang paling kuat didukung bukti ilmiah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau maupun teh hitam dapat menurunkan kadar kolesterol jahat serta membantu menurunkan tekanan darah.
Senyawa aktif dalam teh juga mendukung fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan aktivitas nitrit oksida, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan beban kerja jantung berkurang.
Studi populasi berskala besar menemukan bahwa orang yang rutin minum teh memiliki tingkat kematian lebih rendah, terutama akibat penyakit jantung. Manfaat ini terlihat jelas pada konsumsi moderat, sekitar dua cangkir per hari.
Menariknya, konsumsi lebih tinggi umumnya tidak menunjukkan efek berbahaya pada orang dewasa sehat, meskipun manfaat tambahannya tidak selalu meningkat secara signifikan.
Hubungan antara teh dan pencegahan kanker menunjukkan hasil yang lebih bervariasi. Penelitian pada hewan sering kali memperlihatkan efek perlindungan yang kuat, tetapi hasil pada manusia tidak selalu konsisten.
Meski begitu, bukti yang relatif lebih kuat muncul pada kanker mulut, kanker paru-paru pada perempuan, serta kanker usus besar. Faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan diduga memengaruhi perbedaan hasil tersebut.
Teh juga berperan dalam pengendalian berat badan dan metabolisme gula darah. Katekin diketahui dapat mengurangi penyerapan lemak serta meningkatkan penggunaan energi oleh tubuh.
Sejumlah uji klinis menunjukkan penurunan berat badan dan lemak tubuh pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan setelah rutin mengonsumsi teh hijau, disertai perbaikan profil kolesterol dan penurunan stres oksidatif.
Selain itu, konsumsi teh dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Teh hijau membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menekan kenaikan berat badan.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan manfaat yang lebih kecil atau tidak signifikan pada penderita diabetes yang sudah ada, mengindikasikan bahwa teh lebih efektif sebagai langkah pencegahan dibandingkan sebagai terapi.
Manfaat teh juga meluas ke kesehatan otak dan otot. Pada populasi lanjut usia, konsumsi teh secara teratur dikaitkan dengan daya ingat dan kemampuan berpikir yang lebih baik.
Beberapa penanda biologis yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer juga ditemukan lebih rendah pada kelompok peminum teh, sementara theanine diduga membantu mengurangi stres dan mendukung komunikasi antar sel saraf.
Dalam hal kesehatan otot, katekin berperan dalam mengurangi pemecahan jaringan otot dan meningkatkan kekuatan. Uji klinis menunjukkan peningkatan kekuatan genggaman tangan dan massa otot setelah suplementasi katekin.
Otot yang kuat sangat penting untuk menjaga keseimbangan, mobilitas, dan kemandirian pada usia lanjut.
Teh juga memiliki efek antiinflamasi yang luas. Konsumsi teh hijau secara rutin terbukti menurunkan penanda peradangan seperti protein C-reaktif dan tumor necrosis factor alpha. Penurunan peradangan ini berkontribusi pada kesehatan jantung, keseimbangan metabolik, serta fungsi kekebalan tubuh.
Selain itu, katekin memiliki sifat antibakteri dan antivirus, termasuk kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri di mulut yang berkaitan dengan plak dan penyakit gusi.
Namun, para peneliti menegaskan bahwa tidak semua produk berbasis teh menyehatkan. Teh botolan sering kali kehilangan sebagian besar katekin akibat proses pemanasan dan penyimpanan. Penambahan gula, sirup jagung, atau pemanis buatan justru meningkatkan risiko kesehatan.
Minuman seperti bubble tea, yang mengandung mutiara pati olahan, sirup gula, dan krimer non-susu, dapat meningkatkan asupan kalori dan risiko penyakit jantung, sehingga meniadakan manfaat alami teh.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
manfaat teh hijau minum teh sehat teh dan kesehatan




















