Ilustrasi - Nabi Sulaiman AS yang bisa berbicara dengan Hewan (Foto: Terasmuslim.com)
Jakarta, Jurnas.com - Kisah para nabi yang mampu berbicara dengan hewan sering kali dianggap sebagai dongeng atau cerita simbolik belaka.
Padahal, dalam ajaran Islam, kemampuan tersebut dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur`an sebagai bagian dari mukjizat yang Allah SWT berikan kepada nabi tertentu. Kisah ini bukan sekadar cerita menakjubkan, melainkan memiliki pesan akidah dan moral yang mendalam bagi umat manusia.
Salah satu nabi yang secara jelas disebut dalam Al-Qur`an memiliki kemampuan memahami dan berbicara dengan hewan adalah Nabi Sulaiman AS. Allah SWT menganugerahkan kepada Nabi Sulaiman kekuasaan besar, termasuk kemampuan memahami bahasa burung dan hewan lainnya. Hal ini ditegaskan dalam Surah An-Naml ayat 16:
Kisah Nabi Musa AS yang Menampar Malaikat Maut
وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
“Dan Sulaiman mewarisi Daud, dan dia berkata, ‘Wahai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu.’ Sungguh, ini benar-benar karunia yang nyata.” (QS. An-Naml: 16)
Ayat ini menegaskan bahwa kemampuan berbicara dengan hewan bukan hasil latihan atau kelebihan manusiawi, melainkan mukjizat yang diberikan langsung oleh Allah SWT.
Nabi Sulaiman AS sendiri menegaskan bahwa kemampuan tersebut adalah karunia ilahi, bukan sesuatu yang patut disombongkan.
Kisah paling terkenal terkait hal ini adalah dialog Nabi Sulaiman AS dengan seekor semut. Dalam Surah An-Naml ayat 18–19, diceritakan bagaimana Nabi Sulaiman mendengar peringatan seekor semut kepada kaumnya agar masuk ke sarang agar tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman:
قَالَتْ نَمْلَةٌ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
“Berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut, masuklah ke sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan pasukannya, sedangkan mereka tidak menyadari.’” (QS. An-Naml: 18)
Mendengar hal tersebut, Nabi Sulaiman AS tersenyum dan bersyukur kepada Allah SWT. Sikap ini menunjukkan bahwa mukjizat tersebut justru melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan.
Selain Nabi Sulaiman AS, Al-Qur`an juga mengisahkan komunikasi luar biasa antara Nabi Muhammad SAW dengan hewan, meski dalam bentuk yang berbeda.
Dalam berbagai riwayat hadis sahih, disebutkan bahwa hewan-hewan tertentu dapat merespons Nabi Muhammad SAW atas izin Allah. Di antaranya adalah kisah unta yang mengadu kepada Rasulullah SAW karena diperlakukan kasar oleh pemiliknya.
Setelah Nabi menenangkannya, unta tersebut menjadi tenang. Kisah ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan menunjukkan bahwa hewan pun tunduk dan merasakan kasih sayang seorang nabi.
Para ulama menjelaskan bahwa kemampuan berbicara atau memahami hewan hanya dimiliki oleh nabi tertentu sebagai mukjizat, bukan kemampuan umum manusia.
Islam menolak anggapan bahwa manusia biasa dapat menguasai bahasa hewan melalui latihan spiritual, ilmu tertentu, atau bantuan makhluk gaib. Mukjizat adalah hak prerogatif Allah SWT dan hanya diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabian mereka.
Kisah para nabi yang dapat berkomunikasi dengan hewan mengandung pesan penting tentang kepemimpinan, kasih sayang, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Hewan dalam Islam bukan sekadar makhluk rendah, melainkan ciptaan Allah yang juga bertasbih dan memiliki peran dalam keseimbangan alam. Dengan memahami kisah ini secara benar, umat Islam diingatkan untuk memperlakukan semua makhluk dengan adil dan penuh kasih, sebagaimana teladan para nabi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Nabi Sulaiman Nabi Muhammad SAW Berbicara dengan Hewan






















