Jum'at, 30/01/2026 10:03 WIB

Inilah Perbedaan Rasul dan Nabi dalam Islam





Dalam ajaran Islam, istilah nabi dan rasul sering digunakan secara bergantian, seolah memiliki makna yang sama.

Ilustrasi - Nabi Muhammad SAW yang juga menjadi Nabi dan Rasul (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam ajaran Islam, istilah nabi dan rasul sering digunakan secara bergantian, seolah memiliki makna yang sama.

Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa keduanya memiliki perbedaan mendasar meski sama-sama merupakan utusan Allah SWT. Memahami perbedaan nabi dan rasul penting agar umat Islam tidak keliru dalam memahami konsep kenabian dan kerasulan dalam akidah.

Secara bahasa, kata nabi berasal dari naba’ yang berarti berita atau kabar penting. Sementara itu, rasul berasal dari kata risalah yang berarti utusan atau pembawa pesan.

Secara istilah, nabi adalah seorang laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan tidak diwajibkan menyampaikannya kepada umat secara luas. Adapun rasul adalah nabi yang diberi wahyu sekaligus diperintahkan untuk menyampaikan ajaran tersebut kepada umatnya.

Perbedaan ini ditegaskan dalam Al-Qur`an ketika Allah SWT membedakan antara nabi dan rasul. Dalam Surah Al-Hajj ayat 52, Allah berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau seorang rasul dan tidak pula seorang nabi, melainkan ketika dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan terhadap keinginannya.” (QS. Al-Hajj: 52)

Ayat ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya sama-sama menerima wahyu, terdapat perbedaan peran dan tugas antara nabi dan rasul.

Dari sisi tugas, rasul memiliki tanggung jawab yang lebih berat karena wajib menyampaikan risalah Allah kepada umatnya, meskipun menghadapi penolakan dan ancaman.

Karena itu, para rasul umumnya diutus kepada kaum yang menentang dan membutuhkan pembaruan syariat. Sementara itu, nabi biasanya melanjutkan syariat rasul sebelumnya dan membimbing umat yang telah beriman.

Perbedaan lainnya terletak pada jumlah dan kedudukannya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jumlah nabi jauh lebih banyak dibandingkan rasul.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ ٱلْأَنْبِيَاءُ مِائَةَ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةً وَعِشْرِينَ أَلْفًا، وَٱلرُّسُلُ ثَلَاثُمِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ

“Para nabi berjumlah 124.000 orang, sedangkan para rasul berjumlah 315 orang.” (HR. Ahmad)

Hadis ini sering dijadikan rujukan oleh para ulama untuk menunjukkan perbedaan kuantitas antara nabi dan rasul, meski tidak semua nama mereka disebutkan dalam Al-Qur’an.

Dalam Islam, semua rasul adalah nabi, tetapi tidak semua nabi adalah rasul. Artinya, setiap rasul pasti menerima wahyu dan memiliki kedudukan sebagai nabi, namun seorang nabi belum tentu diutus sebagai rasul yang membawa misi penyampaian risalah secara luas. Rasul juga umumnya dibekali mukjizat sebagai bukti kebenaran dakwahnya di hadapan umat yang menentang.

Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan istimewa karena beliau adalah nabi sekaligus rasul terakhir. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Ahzab ayat 40:

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40)

Ayat ini menegaskan bahwa kenabian dan kerasulan telah berakhir pada diri Nabi Muhammad SAW, sehingga tidak ada lagi nabi maupun rasul setelah beliau.

Dengan memahami perbedaan antara nabi dan rasul, umat Islam diharapkan memiliki pemahaman akidah yang lebih lurus dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim kenabian palsu. Pemahaman ini juga menegaskan bahwa risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW bersifat final dan berlaku untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

KEYWORD :

Info Keislaman Perbedaan Rasul dan Nabi Rasulullah SAW Sejarah Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :