Jum'at, 30/01/2026 01:05 WIB

Kisah Nabi Musa AS yang Menampar Malaikat Maut





Kisah Nabi Musa AS dan Malaikat Maut mengandung pelajaran mendalam untuk kita ambil.

Ilustrasi - Nabi Musa AS menampar malaikat maut (Foto: AI)

Jakarta, Jurnas.com - Kisah Nabi Musa AS yang disebut pernah menampar Malaikat Maut sering menimbulkan kebingungan di tengah umat Islam. Sebagian mempertanyakannya karena dianggap tidak sejalan dengan kemuliaan para nabi dan malaikat.

Padahal, kisah ini bersumber dari hadis sahih dan telah dijelaskan secara rinci oleh para ulama agar tidak disalahpahami.

Penting diketahui, peristiwa tersebut tidak disebutkan dalam Al-Qur`an, melainkan diriwayatkan dalam hadis sahih. Karena berasal dari sumber yang valid, kisah ini wajib diimani.

Namun, keimanan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman yang benar agar tidak menimbulkan keraguan dalam akidah.

Rasulullah SAW menceritakan peristiwa tersebut dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim:

أَنَّ مَلَكَ الْمَوْتِ أَتَىٰ مُوسَىٰ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَلَطَمَهُ فَفَقَأَ عَيْنَهُ، فَرَجَعَ إِلَىٰ رَبِّهِ فَقَالَ: أَرْسَلْتَنِي إِلَىٰ عَبْدٍ لَا يُرِيدُ الْمَوْتَ، فَرَدَّ اللَّهُ إِلَيْهِ عَيْنَهُ

“Sesungguhnya Malaikat Maut mendatangi Musa عليه السلام, lalu Musa menamparnya hingga matanya terlepas. Malaikat Maut kembali kepada Tuhannya dan berkata, ‘Engkau mengutusku kepada seorang hamba yang tidak ingin mati.’ Maka Allah mengembalikan matanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa Nabi Musa AS saat itu tidak mengetahui bahwa sosok yang datang kepadanya adalah Malaikat Maut. Malaikat tersebut datang dalam rupa manusia, sebagaimana para malaikat memang dapat diutus Allah dalam bentuk manusia. Hal ini bukan perkara asing dalam ajaran Islam.

Contoh paling masyhur adalah Malaikat Jibril yang datang kepada Nabi Muhammad SAW dalam rupa manusia. Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

“Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”
(HR. Muslim)

Dalam konteks ini, Nabi Musa AS mengira ada orang asing yang masuk ke rumahnya tanpa izin dan hendak mencabut nyawanya. Dalam Islam, seorang nabi tetap manusia yang memiliki naluri dan diperbolehkan membela diri ketika merasa terancam.

Tindakan Nabi Musa bukanlah penolakan terhadap takdir Allah, melainkan reaksi manusiawi sebelum mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Setelah Malaikat Maut kembali kepada Allah SWT, Allah tidak mencela Nabi Musa AS. Bahkan, Allah memberikan pilihan kepada Nabi Musa untuk hidup lebih lama atau wafat.

Sikap ini menunjukkan kedudukan dan kemuliaan Nabi Musa di sisi Allah SWT. Ketika Nabi Musa mengetahui bahwa waktunya memang telah tiba, beliau pun memilih wafat dengan penuh kerelaan dan ketaatan kepada takdir Allah.

Para ulama juga menegaskan bahwa kisah ini sama sekali tidak merendahkan kedudukan malaikat. Apa yang terjadi berlangsung atas izin Allah dan dalam bentuk penjelmaan manusia, bukan dalam hakikat malaikat yang sebenarnya. Dalam Al-Qur`an, Allah SWT menegaskan sifat malaikat yang selalu taat:

لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Malaikat-malaikat itu tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Musa AS Menampar Malaikat Sejarah Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :