Kamis, 29/01/2026 23:58 WIB

Sayang, Jangan Lupakan Aku





Tapi, kok terbersit ketakutan jika Dia akan meninggalkan, padahal sudah sayang banget. “Sayang, jangan lupakan aku…”

Ilustrasi wanita menangis (foto:GenPI)

Jakarta, Jurnas.com – Hubungan yang terjalin telah membuatmu nyaman bersamanya. Kamu pun merasa memiki pandangan dan tujuan yang sama. Tapi, kok terbersit ketakutan jika Dia akan meninggalkan, padahal sudah sayang banget.

Kamu menganggap dia lah belahan jiwa sehingga seluruh rasa cinta telah kamu berikan. Bahkan kamu yakini Dia merupakan orang yang tepat untuk mengarungi dunia ini bersama.

Bila kamu merasa seperti ini, bikin pasangan nggak melupakanmu. Kuncinya bukan bikin dia takut kehilangan, tapi bikin dia merasa aman, dihargai, dan “pulang” saat sama kamu.

Kehadiranmu wajib dirasakan pasangan. Baik dalam suasana bahagia maupun sedih. Bukan sekadar ada, bukan pula soal sering chat, tapi nyambung saat ngobrol.

Dengarkan ceritanya tanpa menyela dan bantu memberikan pandangan atas masalah yang dihadapinya. Sampaikan dengan nada rendah dan tunjukkan kamu tulus membantunya. Siapkan bahumu sebagai sandaran kala Dia bersedih.

Orang akan susah melupakan yang benar-benar melihatnya. Sebab itu, ingatlah hal-hal kecil tentang Dia apalagi yang jarang diketahui orang lain.

Pasangan biasanya lupa kata-kata, tapi ingat perasaan. Dia butuh rasa nyaman saat bersamamu bukan hanya sekedar kamu ada disebelahnya. Tanyakan pada diri sendiri, “Kalau dia lagi capek, apa dia merasa lebih ringan setelah ketemu aku?”

Kalau jawabannya iya, kamu aman.

Hindari terlalu menuntut pasangan untuk selalu bersamamu. Berikan ruang baginya bergerak dan menjalani kehidupannya. Tidak perlu ada drama mengancam pergi agar mendapatkan perhatiannya. Ini yang bikin Dia lelah menghadapi polahmu sendiri.

Jangan jadikan sibuk kegiatanmu sebagai alasan tidak sempat memperhatikan pasangan. Mungkin dia diam atau hanya menyindir halus, tapi tetaplah sensitif atas tindakanmu.

Sikap terlalu cuek dan terkesan tidak peduli buat pasangan merasa kehilangan. Rasa ini bisa sebagai pemicu pasangan berpikir menyudahi hubungan denganmu. Dia ragu mempercayakan dan mempertaruhkan masa depannya bersamamu.

Turunkan gengsimu untuk mengucapkan kata hati. Jangan menunggu momen besar baru mengungkapkannya. Tidak perlu malu mengatakan”Terima kasih, sayang”, “Kamu berharga”, “Kamu penting buat aku”, “Aku membutuhkanmu” atau “Kaulah duniaku sekarang dan akan datang”.

Kalimat sederhana tapi efeknya lama: “Sayang, jangan lupakan aku…”

KEYWORD :

Jangan Lupakan Aku Kalimat Sederhana




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :