Jalur Artemis 2 saat meluncur dari Bumi ke Bulan dan kepulangan (Foto: Astronomy)
Jakarta, Jurnas.com - Misi Artemis 2 menjadi tonggak penting dalam upaya NASA mengembalikan manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad. Dalam misi ini, roket raksasa Space Launch System (SLS) akan meluncurkan wahana Orion yang membawa empat astronaut untuk penerbangan berawak pertama program Artemis.
Dikutip dari Majalah Astronomy pada Kamis (29/1), meski tidak mendarat, misi ini dirancang untuk menguji secara menyeluruh seluruh sistem penerbangan manusia menuju Bulan.
Artemis 2 akan berlangsung sekitar 10 hari sejak 6 Februari 2026. Orion akan terbang mendekati Bulan hingga jarak sekitar 7.400 kilometer dari permukaannya, sebelum kembali ke Bumi.
Lintasan ini dipilih agar wahana antariksa dapat memutari Bulan dan pulang dengan aman tanpa perlu manuver besar, sekaligus memberi margin keselamatan bagi awak.
Empat astronaut yang terlibat adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, serta Christina Koch dan Jeremy Hansen sebagai spesialis misi.
Koch akan mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang terbang ke Bulan, sementara Hansen menjadi astronaut non-Amerika pertama yang mencapai wilayah tersebut. Total pengalaman mereka mencakup 660 hari di luar angkasa dan 12 kali aktivitas luar wahana di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Peluncuran akan dilakukan dari Kennedy Space Center di Florida. Setelah lepas landas, roket pendorong padat, pelindung aerodinamis, dan sistem penyelamat awak akan dilepaskan seiring Orion menembus atmosfer. Tahap inti SLS kemudian mematikan mesinnya dan berpisah, menandai akhir fase peluncuran utama.
Tidak seperti misi Apollo yang langsung menuju Bulan, Artemis 2 terlebih dahulu memasuki orbit Bumi. Orion akan berada di orbit tinggi selama sekitar 24 jam. Fase ini dimanfaatkan untuk memeriksa seluruh sistem wahana, mulai dari navigasi, komunikasi, hingga kendali lingkungan bagi awak.
Setelah berpisah dari tahap atas roket (Interim Cryogenic Propulsion Stage/ICPS), kru akan mengambil alih kendali manual. Mereka akan memutar Orion dan mendekati tahap atas roket dalam simulasi operasi jarak dekat, menyerupai manuver docking. Uji ini penting untuk memastikan Orion dapat dikendalikan secara presisi di ruang angkasa.
Tahap berikutnya adalah serangkaian pembakaran mesin untuk menaikkan titik terdekat dan terjauh orbit Orion. Setelah semua uji di orbit Bumi selesai, mesin Modul Servis Orion akan dinyalakan untuk manuver krusial trans-lunar injection. Inilah dorongan yang membawa Orion meninggalkan pengaruh gravitasi Bumi dan melaju menuju Bulan.
Perjalanan menuju Bulan memakan waktu sekitar empat hari. Orion akan mengikuti lintasan free return trajectory, yakni jalur yang secara alami akan membawa wahana kembali ke Bumi meski terjadi kegagalan mesin utama. Desain lintasan ini menjadi lapisan keselamatan tambahan bagi awak.
Saat mendekati Bulan, Orion akan melakukan lintasan melintas (flyby) dengan jarak sekitar 10.427 kilometer di atas permukaan. Pada titik ini, awak akan menguji sistem navigasi jauh dari Bumi, komunikasi jarak jauh, serta performa wahana dalam lingkungan gravitasi Bulan.
Setelah flyby, Orion akan berbalik arah dan memulai perjalanan pulang selama kurang lebih empat hari. Sepanjang perjalanan kembali, kru terus memantau sistem, mengumpulkan data medis, dan mengevaluasi kondisi hidup di dalam wahana selama misi panjang.
Menjelang tiba di Bumi, Modul Awak akan berpisah dari Modul Servis. Modul Awak kemudian memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, menghadapi panas ekstrem sebagai ujian terakhir sistem pelindung panas Orion.
Misi Artemis 2 akan berakhir dengan pendaratan di Samudra Pasifik. Proses splashdown ini menandai kembalinya penerbangan manusia ke sekitar Bulan dan menjadi fondasi penting bagi Artemis 3, yang ditargetkan membawa astronaut mendarat di permukaan Bulan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
misi Artemis 2 penerbangan Orion NASA ke Bulan jadwal Artemis 2


























