Selasa, 27/01/2026 17:20 WIB

Menilik Makna Ruwahan, Tradisi Masyarakat Jawa di Bulan Syaban





Ruwahan diisi dengan kegiatan doa bersama untuk mendoakan keluarga dan leluhur yang telah meninggal dunia.

Ilustrasi Tradisi Ruwahan di bulan Ruwah yang bertepatan dengan bulan Syaban di Kalurahan Banjarejo, Gunungkidul, Yogyakarta, Jawa Tengah (Foto: Kalurahan Banjarejo)

JAKARTA - Indonesia menyimpan beragam tradisi unik dari berbagai daerah dalam rangka memeriahkan bulan Syaban. Ruwahan menjadi salah satu praktik budaya religius yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat Muslim di Indonesia, terutama di wilayah Jawa.

Ruwahan biasanya dilakukan pada bulan Syaban dalam kalender Hijriah, menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini menjadi momen bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri secara batin sekaligus menjaga hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Secara etimologis, istilah ruwahan berasal dari kata “ruh” atau “arwah”. Dalam praktiknya, ruwahan diisi dengan kegiatan doa bersama untuk mendoakan keluarga dan leluhur yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan di rumah, musala, atau masjid, dengan diikuti oleh kerabat dan warga sekitar.

Selain doa, ruwahan juga kerap disertai dengan pembacaan tahlil, yasin, serta sedekah makanan. Hidangan yang disajikan biasanya bersifat sederhana dan dibagikan kepada peserta sebagai simbol berbagi dan kebersamaan. Bagi masyarakat, ruwahan tidak sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Dalam konteks keislaman, tradisi ruwahan dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, baik bagi yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Meski tidak secara eksplisit disebutkan dalam syariat sebagai ibadah khusus, ruwahan tetap dipandang selaras dengan nilai Islam selama diisi dengan doa, zikir, dan sedekah yang dianjurkan.

Ruwahan juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi, tempat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian diwariskan secara alami.

Dalam suasana sederhana, masyarakat diajak untuk saling mengingatkan akan kehidupan akhirat serta pentingnya menjaga hubungan baik sesama manusia.

KEYWORD :

Tradisi Ruwahan Tradisi Bulan Syaban Keistimewaan Syaban




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :