Selasa, 27/01/2026 17:01 WIB

Puasa Nisfu Syaban 2026 dan Ayyamul Bidh: Jadwal hingga Tata Caranya





Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam, khususnya di bulan Syaban sebagai masa persiapan menuju Ramadan

Ilustrasi - Nisfu Syaban dan Ayyamaul Bidh di bulan Syaban 1447 Hijriah atau Februari 2026 (Foto: NU Online)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam, khususnya di bulan Syaban sebagai masa persiapan menuju Ramadan. Kedua puasa ini diyakini sarat berkah dan menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah.

Lantas, kapan tepatnya pelaksanaan Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh di bulan Syaban 1447 Hijriah atau Februari 2026? Dan bagaimana tata cara pelaksanaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini yang dikutip dari ber bagai sumber.

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, penetapan Nisfu Syaban menunjukkan kesepakatan antara pemerintah dan organisasi keagamaan di Indonesia. Kesamaan ini memberi kepastian bagi umat Islam dalam menjalankan amalan secara serentak.

Dalam kalender Hijriah, Nisfu Syaban jatuh pada malam tanggal 15 Syaban. Secara waktu, peringatannya dimulai sejak terbenam matahari pada 14 Syaban hingga terbit fajar 15 Syaban.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, awal Syaban 1447 H ditetapkan pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, tanggal 15 Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026, dan Malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Penetapan serupa juga disampaikan Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah PBNU. NU menetapkan awal Syaban pada 20 Januari 2026 berdasarkan rukyatul hilal, sehingga Nisfu Syaban jatuh pada 3 Februari 2026.

Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab dengan Kalender Hijriah Global Tunggal juga menetapkan 1 Syaban 1447 H pada 20 Januari 2026. Dengan penetapan ini, Muhammadiyah menyatakan Malam Nisfu Syaban dimulai setelah Magrib pada 2 Februari 2026.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama dan Baznas, keutamaan puasa Nisfu Syaban sangat besar, seperti yang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa di bulan Syaban dibandingkan bulan lainnya, kecuali Ramadan.

Puasa Nisfu Syaban merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan berdoa. Setelah berpuasa seharian, disunnahkan untuk berbuka dengan kurma atau air putih, serta mengucapkan doa buka puasa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Selain itu, malam Nisfu Syaban juga dimanfaatkan oleh umat Islam untuk melaksanakan pengajian atau doa bersama, sehingga mempererat tali silaturahmi. Ini menjadi momen yang sangat baik untuk meningkatkan amal ibadah secara kolektif.

Selain Nisfu Syaban, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa Ayyamul Bidh yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Pada Syaban 1447 H, puasa ini dilaksanakan pada 1, 2, dan 3 Februari 2026.

Puasa Ayyamul Bidh sendiri dikenal sebagai puasa hari-hari putih karena bertepatan dengan fase bulan purnama. Rasulullah SAW menyebut puasa tiga hari setiap bulan ini bernilai pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.

Tata cara puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya, yakni diawali dengan niat pada malam hari atau sebelum zawal.

Adapun niat melaksanakan Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut: 

 نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaytu shauma syahri nisfu sya`bana wa ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ. Artinya, “Saya niat puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh, karena Allah SWT.”

Selama berpuasa, umat Islam disarankan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur`an, zikir, dan berdoa. Ini adalah waktu yang sangat baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ketika sudah memasuki waktu Magrib, segerakanlah berbuka puasa dan awali dengan membaca doa buka puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh. Berbuka puasa dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, yaitu dengan membaca doa buka puasa, serta memulai dengan air putih serta yang manis-manis seperti kurma.

Adapun doa buka puasa yang bisa dibaca ialah, "Dzahabazh zhoma`u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allah." atau "Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa`alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina."

Selain bernilai ibadah, puasa sunnah juga membawa manfaat kesehatan, seperti membantu proses detoksifikasi tubuh dan menjaga metabolisme. Oleh karena itu, puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh menjadi sarana menyucikan jiwa sekaligus menyehatkan raga.

Melalui amalan ini, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan kesiapan spiritual yang lebih matang. Syaban pun menjadi jembatan penting menuju bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan ibadah yang lebih khusyuk.

KEYWORD :

Puasa Sunnah Nisfu Syaban Ayyamul Bidh Bulan Syaban




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :