Selasa, 27/01/2026 14:18 WIB

Kementrans: 5.700 KK di Kawasan Transmigrasi Aceh Masih Terdampak Bencana





Kementrans terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan pembaruan data pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, termasuk di kawasan transmigrasi

Kementrans kembali menyalurkan bantuan sebanyak 17 paket bagi masyarakat di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana di Provinsi Aceh (Foto: Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyampaikan, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Aceh per 23 Januari 2026, sekitar 5.700 kepala keluarga (KK) atau 9.453 jiwa terdampak bencana di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi.

Dampak bencana terjadi di sembilan kabupaten, meliputi enam kawasan transmigrasi dengan total 94 eks lokasi transmigrasi, terutama di wilayah dataran rendah dan rawan genangan. 

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Kementrans, M. Sigit Mustofa Nurudin, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pembaruan data pascabencana di wilayah terdampak.

Kementerian Transmigrasi terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan pembaruan data pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, termasuk di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi,” kata Dirjen Sigit dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta Selasa (27/1/2026).

Ia menuturkan, kondisi masyarakat di sejumlah wilayah Aceh dan Kabupaten Bener Meriah hingga kini masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Di beberapa kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi, warga belum dapat beraktivitas secara normal karena kerusakan permukiman serta keterbatasan sarana kebutuhan dasar.

Di Kabupaten Aceh Utara, khususnya kawasan Cot Girek dan sekitarnya, banyak keluarga masih membutuhkan tempat berteduh sementara dan fasilitas memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan harian. Aktivitas ekonomi warga terhenti, sementara sebagian permukiman belum sepenuhnya aman untuk dihuni.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah, terutama di kawasan Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang, di mana warga terdampak masih sangat bergantung pada bantuan logistik dan dapur umum.

Merespons kondisi tersebut, Kementrans pun kembali menyalurkan bantuan sebanyak 17 paket bagi masyarakat di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Dalam setiap paket bantuan yang disalurkan meliputi tenda darurat, peralatan, serta perlengkapan dapur umum hingga alat kebersihan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Sebanyak 13 paket bantuan disalurkan melalui Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dan 4 paket melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung operasional dapur umum di titik-titik permukiman terdampak agar warga tetap memperoleh makanan secara teratur.

Sebelumnya, pada Desember 2025, Kementerian Transmigrasi telah menyalurkan bantuan tahap kedua berupa sembako, obat-obatan, dan perlengkapan dapur umum melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari penanganan darurat bencana.

Kementerian Transmigrasi tetap berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat transmigrasi terdampak bencana serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka pemulihan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” ujar Dirjen Sigit.

KEYWORD :

Kementerian Transmigrasi Bencana Aceh Kawasan Transmigrasi M. Sigit Mustofa Nurudin




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :