Selasa, 27/01/2026 16:45 WIB

Perubahan Iklim Picu Hilangnya Beragam Jenis Pohon di Amazon





Perubahan iklim tidak hanya terasa lewat cuaca panas atau hujan yang makin sulit ditebak. Dampaknya juga merambat pelan ke Hutan Amazon.

Burung di Hutan Amazon (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Perubahan iklim tidak hanya terasa lewat cuaca panas atau hujan yang makin sulit ditebak. Dampaknya juga merambat pelan ke dalam hutan, terutama hutan hujan tropis seperti Amazon.

Karena pohon hidup sangat lama, perubahan suhu dan curah hujan selama puluhan tahun bisa terlihat jelas dari perubahan jenis pohon yang tumbuh di sana.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah dan jenis pohon di kawasan Amazon dan Pegunungan Andes sudah berubah secara nyata. Namun, perubahan ini tidak terjadi secara merata. Ada wilayah hutan yang justru bertambah jenis pohonnya, sementara wilayah lain kehilangan banyak spesies.

Untuk mengetahui perubahan ini, para peneliti memanfaatkan catatan jangka panjang yang dikumpulkan selama hampir 40 tahun. Mereka secara rutin datang ke lokasi-lokasi hutan yang sama untuk melihat pohon apa saja yang tumbuh, mati, atau muncul sebagai jenis baru.

Dikutip dari Earth pada Selasa (27/1), lokasi pengamatan ini berupa area hutan kecil yang ditetapkan secara tetap dan dipantau terus-menerus.

Area seperti ini digunakan agar peneliti bisa membandingkan kondisi hutan dari waktu ke waktu tanpa berpindah tempat. Banyak lokasi tersebut berada jauh dari permukiman dan hanya bisa dijangkau dengan perjalanan panjang.

Secara keseluruhan, ada 406 lokasi hutan di sepuluh negara Amerika Selatan yang dianalisis. Dari pengamatan itu, tercatat lebih dari 20.000 jenis pohon. Skala data yang sangat besar ini membuat penelitian tersebut menjadi salah satu kajian lapangan terbesar tentang hutan tropis yang pernah dilakukan.

Jika semua data digabung, jumlah total jenis pohon di kawasan Amazon dan Andes tampak relatif stabil. Artinya, secara kasar tidak terlihat adanya penurunan besar. Namun, gambaran ini ternyata menyesatkan jika dilihat lebih dekat.

Di balik angka yang terlihat stabil, terjadi perubahan besar di tingkat wilayah. Beberapa hutan mengalami peningkatan jumlah jenis pohon, sementara hutan lain justru kehilangan banyak spesies. Penambahan di satu tempat menutupi kehilangan di tempat lain.

Hutan Amazon bagian barat dan hutan Andes bagian utara tercatat mengalami penambahan jenis pohon. Sebaliknya, hutan di Andes tengah, wilayah Perisai Guyana, serta Amazon bagian tengah dan timur justru kehilangan keanekaragaman.

Wilayah Amazon bagian selatan menunjukkan hasil yang beragam. Ada area yang bertambah jenis pohonnya, tetapi ada juga yang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa setiap hutan bereaksi berbeda terhadap tekanan iklim, tergantung kondisi setempat.

Salah satu penyebab utama hilangnya jenis pohon adalah suhu yang makin panas dan kondisi yang semakin kering. Hutan yang mengalami panas tinggi, curah hujan lebih sedikit, dan musim kemarau yang lebih panjang cenderung kehilangan lebih banyak spesies.

Perubahan pola hujan musiman menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Ketika musim kering menjadi lebih panjang atau hujan datang tidak teratur, pohon mengalami kesulitan mendapatkan air. Kondisi ini sangat terasa di Amazon bagian timur yang dikenal lebih panas dan lebih kering dibanding wilayah barat.

Laju kenaikan suhu yang cepat di Amazon tengah dan selatan juga mempercepat hilangnya jenis pohon. Di daerah pegunungan, pengaruh suhu dan hujan saling berkaitan dan menghasilkan dampak yang lebih rumit.

Menariknya, hutan di dataran tinggi Andes utara justru menunjukkan peningkatan jumlah jenis pohon. Hal ini terjadi karena udara yang semakin hangat memungkinkan jenis pohon dari dataran rendah naik ke daerah yang lebih tinggi.

Sementara itu, jenis pohon yang biasa hidup di udara dingin belum langsung punah. Untuk sementara waktu, kedua kelompok ini hidup berdampingan, sehingga jumlah jenis pohon terlihat meningkat. Proses ini dikenal sebagai pergeseran jenis akibat pemanasan.

Namun, pola ini tidak terjadi di Andes tengah. Di wilayah tersebut, kondisi yang lebih kering dan musim kemarau yang lebih kuat membuat jenis pohon dari dataran rendah sulit bertahan, meskipun suhunya sudah lebih hangat.

Selain iklim, jumlah pohon di dalam hutan juga berpengaruh. Lokasi hutan yang memiliki lebih banyak pohon hidup cenderung mencatat kemunculan jenis baru. Sebaliknya, jika banyak pohon mati dan tidak digantikan oleh pertumbuhan baru, keanekaragaman akan menurun.

Kondisi lingkungan di sekitar hutan juga sangat menentukan. Hutan yang masih terhubung dengan kawasan hutan luas di sekitarnya lebih mudah menerima kedatangan jenis baru. Biji pohon dapat tersebar dengan lebih baik dari hutan lain yang masih utuh.

Sebaliknya, hutan yang terpisah-pisah atau dikelilingi lahan terbuka lebih cepat kehilangan jenis pohon. Tanpa sumber benih dari hutan sekitar, pemulihan keanekaragaman menjadi jauh lebih sulit.

Penelitian ini menunjukkan bahwa hutan Andes utara berpotensi menjadi tempat perlindungan bagi jenis pohon yang terdampak perubahan iklim di wilayah lain. Suhu yang lebih sejuk, curah hujan yang cukup, serta kondisi hutan yang masih saling terhubung membuat kawasan ini relatif lebih aman.

Profesor Oliver Phillips dari University of Leeds menekankan pentingnya menjaga hutan di wilayah pertemuan Amazon dan Andes. Menurutnya, hanya hutan yang tetap terjaga yang bisa menjadi tempat hidup jangka panjang bagi spesies yang terdesak oleh perubahan iklim.

Pendapat serupa disampaikan Dr. Belen Fadrique dari University of Liverpool. Ia menyebut bahwa perubahan jenis pohon terjadi di berbagai tingkat, dari skala lokal hingga regional, dan mencerminkan dampak iklim yang tidak merata.

Salah satu penulis penelitian, Profesor Flavia Costa, menambahkan bahwa hasil ini menunjukkan perlunya pemantauan hutan secara khusus di setiap wilayah. Pendekatan konservasi tidak bisa disamaratakan karena kondisi setiap hutan berbeda.

Lebih dari 160 peneliti dari 20 negara terlibat dalam studi ini, dengan dukungan jaringan riset internasional. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology.

KEYWORD :

perubahan hutan Amazon dampak perubahan iklim keanekaragaman pohon




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :