Selasa, 27/01/2026 14:13 WIB

Wow! Galaksi Ini Diam-Diam Sembunyikan Lubang Hitam Supermasif





Di pusat NGC 4102 terdapat lubang hitam supermasif yang secara perlahan tetapi konsisten memengaruhi lingkungan sekitarnya.

Galaksi spiral di rasi Beruang Besar menyembunyikan lubang hitam supermasif (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) baru saja menampilkan galaksi spiral NGC 4102, yang memperlihatkan keindahan kosmik namun diam-diam menyimpan aktivitas ekstrem di pusatnya.

Galaksi ini berada sekitar 56 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi Ursa Major, atau yang lebih dikenal sebagai Beruang Besar. Dari kejauhan, NGC 4102 terlihat seperti galaksi spiral klasik dengan lengan-lengan berdebu yang anggun dan cahaya bintang yang menyebar luas.

Namun di balik tampilan yang damai tersebut, inti galaksi ini menyimpan sumber energi luar biasa, sebagaimana dikutip dari Earth pada Selasa (27/1).

Di pusat NGC 4102 terdapat lubang hitam supermasif yang secara perlahan tetapi konsisten memengaruhi lingkungan sekitarnya. Meski tidak menampakkan ledakan spektakuler seperti galaksi aktif lain yang sering menjadi sorotan, kehadiran lubang hitam ini tetap meninggalkan jejak kuat pada struktur dan evolusi galaksi.

Para astronom mengelompokkan NGC 4102 ke dalam kategori galaksi dengan inti galaksi aktif atau active galactic nucleus (AGN). Inti aktif ini didorong oleh lubang hitam supermasif dengan massa jutaan hingga miliaran kali Matahari.

Saat gas dan debu di sekitarnya tertarik ke dalam, materi tersebut memanas hingga suhu ekstrem dan memancarkan energi di berbagai panjang gelombang, mulai dari sinar-X hingga gelombang radio.

Berbeda dengan AGN yang sangat terang seperti quasar, NGC 4102 termasuk tipe yang relatif tenang. Galaksi ini digolongkan sebagai AGN “Compton-thick”, yang berarti pusatnya tertutup lapisan gas sangat tebal.

Selimut gas ini menyembunyikan aktivitas dahsyat di sekitar lubang hitam dari pengamatan langsung, sehingga hanya sebagian radiasi yang berhasil lolos dan mencapai teleskop.

Meski tersembunyi, radiasi yang berhasil menembus lapisan gas tersebut tetap memberi petunjuk penting bagi para ilmuwan. Dari sinyal inilah para peneliti dapat menyimpulkan bahwa lubang hitam di NGC 4102 sedang “makan” dengan laju lambat, menarik materi secara stabil tanpa ledakan energi besar yang biasanya terlihat pada galaksi aktif ekstrem.

NGC 4102 juga diklasifikasikan sebagai galaksi LINER, singkatan dari low-ionization nuclear emission-line region. Artinya, cahaya dari inti galaksi menunjukkan tanda-tanda atom yang terionisasi lemah, seperti oksigen, nitrogen, dan sulfur yang hanya kehilangan sedikit elektron.

Aktivitas ini jauh lebih lembut dibandingkan galaksi dengan semburan energi tinggi, tetapi justru menarik karena menunjukkan fase menengah dalam kehidupan galaksi.

Para ilmuwan meyakini galaksi LINER seperti NGC 4102 ditenagai oleh lubang hitam supermasif yang sedang “bersantai”. Lubang hitam ini tidak menyemburkan jet partikel raksasa atau menelan awan gas besar sekaligus, melainkan menarik materi dalam jumlah kecil secara berkelanjutan. Akibatnya, galaksi bersinar stabil tanpa kembang api kosmik yang dramatis.

Citra terbaru NGC 4102 juga menandai peningkatan kualitas pengamatan dibandingkan foto sebelumnya. Pada 2014, Teleskop Luar Angkasa Hubble merilis gambar galaksi ini menggunakan instrumen Wide Field Planetary Camera 2. Instrumen tersebut kemudian digantikan oleh Wide Field Camera 3 yang menawarkan resolusi lebih tajam dan jangkauan pandang lebih luas.

Dengan teknologi baru ini, detail halus pada struktur galaksi menjadi lebih jelas. Lengan spiral berdebu tampak melingkar menuju pusat yang terang, sementara cahaya samar di inti galaksi mengisyaratkan proses fisik kompleks yang berlangsung di balik tirai gas. Detail-detail ini membantu astronom memahami bagaimana energi dari pusat galaksi menyebar ke wilayah sekitarnya.

Pengamatan NGC 4102 merupakan bagian dari upaya besar menggabungkan data cahaya tampak dari Hubble dengan data sinar-X dari Observatorium Chandra milik NASA. Pendekatan multi-panjang gelombang ini memungkinkan ilmuwan menembus penghalang gas tebal dan mempelajari lingkungan berenergi tinggi di sekitar lubang hitam yang tidak terlihat oleh teleskop optik saja.

Melalui kombinasi data tersebut, para peneliti dapat menelusuri bagaimana energi dari lubang hitam memengaruhi gas dan debu di sekitarnya. Dampaknya bisa signifikan, mulai dari menghambat pembentukan bintang baru hingga mengubah aliran gas dalam galaksi, yang pada akhirnya menentukan arah evolusi jangka panjang galaksi itu sendiri.

Meski tampak tenang, wilayah dekat pusat NGC 4102 adalah tempat dengan kondisi ekstrem. Gas yang berputar di sekitar lubang hitam bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan memanas hingga jutaan derajat sebelum akhirnya menghilang melewati horizon peristiwa. Energi yang dilepaskan dari proses ini dapat merambat keluar dan memengaruhi seluruh galaksi.

Karena inti NGC 4102 tersembunyi di balik awan gas tebal, pengamatan gabungan dari berbagai observatorium menjadi kunci untuk melihat yang tak terlihat. Sinar-X dari Chandra mampu menembus penghalang tersebut, sementara citra optik dan ultraviolet dari Hubble menunjukkan bagaimana bintang dan gas di sekitarnya bereaksi terhadap sumber energi di pusat.

KEYWORD :

galaksi spiral lubang hitam supermasif inti galaksi aktif




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :