Arsip foto - Warga berjalan di antara reruntuhan bangunan rumah yang telah ambruk akibat pergerakan tanah di Kampung Hambur, Desa Cigoong Utara, Cikulur, Lebak, Banten (Antara Foto/Angga Budhiyanto/bar)
Jakarta, Jurnas.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Banten mengimbau bahwa sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, berpotensi terjadi pergerakan tanah dengan intensitas menengah dan tinggi seiring dengan peningkatan curah hujan.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan bahwa pemetaan wilayah rawan bencana ini berdasarkan data penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) Bandung.
"Kami minta masyarakat agar waspada pergerakan tanah menghadapi cuaca ekstrem," kata Sukanta di Lebak, pada Senin (26/1), dikutip dari Antara.
Pulau Jawa Paling Rentan Alami Pergerakan Tanah
Potensi pergerakan tanah di 28 kecamatan itu, lanjutnya, karena alamnya terdapat perbukitan, pegunungan, dan aliran sungai.
Dengan kondisi demikian BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar waspada dan siaga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Selama ini jumlah rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat, akibat pergerakan tanah pada Desember 2025 sampai Senin (26/1) sebanyak 146 rumah.
"Kami menerima laporan korban bencana alam itu sebanyak enam orang meninggal dan satu luka ringan," kata Sukanta.
Sementara itu Anwar (55), warga Kampung Marga Mulya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengaku pihaknya khawatir kondisi rumahnya rusak berat dan hampir roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi pekan lalu.
"Kami sekarang, jika curah hujan tinggi, keluarga terpaksa menginap di rumah kerabat karena khawatir roboh," kata Anwar.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pergerakan Tanah Lebak Banten BPBD Lebak




















