Fosil terompet perang bangsa Celtic di Norfolk (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Penemuan arkeologi penting kembali terjadi di Inggris setelah para arkeolog menemukan sebuah terompet perang perunggu berusia hampir 2.000 tahun di Norfolk, wilayah timur Inggris.
Instrumen langka ini ditemukan dalam kondisi nyaris utuh saat penggalian dilakukan di lahan yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan perumahan, sebagaimana dikutip dari Earth pada Senin (26/1).
Terompet tersebut dikenal sebagai carnyx, alat musik perang khas Zaman Besi yang digunakan oleh berbagai komunitas Celtic di Eropa. Berdasarkan analisis awal, artefak ini berasal dari periode antara 50 sebelum Masehi hingga sekitar tahun 50 Masehi. Penemuan ini menjadi yang ketiga di Inggris dan memberikan data baru yang berpotensi mengubah pemahaman lama tentang penggunaan dan penyimpanannya.
Penggalian dilakukan pada musim panas 2025 oleh tim dari Pre-Construct Archaeology, sebuah lembaga yang biasa menangani ekskavasi sebelum pembangunan dimulai.
Direktur lapangan sekaligus kepala eksekutif lembaga tersebut, Mark Hinman, menegaskan bahwa penggalian cepat namun presisi sangat penting karena proses perataan tanah dapat menghilangkan konteks arkeologis secara permanen.
Menurut Hinman, posisi artefak di dalam tanah memegang peran krusial untuk memahami apakah benda-benda tersebut dikubur secara tergesa-gesa, melalui ritual tertentu, atau sebagai bagian dari perencanaan yang matang. Dalam kasus terompet ini, konteks tanah justru menjadi kunci utama untuk menafsirkan makna penguburannya.
Carnyx sendiri merupakan terompet tinggi berbahan perunggu tipis, dibentuk dari lembaran logam yang dipukul hingga membentuk tabung dan corong. Suaranya keluar melalui kepala hewan yang dipahat secara detail, biasanya berbentuk babi hutan atau makhluk mitologis, yang berfungsi memperkuat dan memproyeksikan suara ke medan perang.
Karena terbuat dari logam tipis dan sering dikaitkan dengan praktik ritual, kebanyakan carnyx yang pernah ditemukan hanya berupa fragmen. Itulah sebabnya kondisi terompet Norfolk yang hampir utuh dianggap luar biasa, karena memungkinkan para peneliti mempelajari postur pemain, jangkauan suara, dan teknik penggunaan tanpa hanya mengandalkan ilustrasi kuno.
Lokasi temuan berada di wilayah yang pada masa lalu dikenal sebagai tanah suku Iceni. Suku ini terkenal dalam sejarah Romawi karena pemberontakan besar yang dipimpin oleh Ratu Boudica sekitar tahun 60 Masehi. Penulis Romawi Tacitus mencatat bahwa pemberontakan itu dipicu oleh perlakuan kejam pejabat Romawi terhadap Boudica dan putri-putrinya.
Namun, para arkeolog berhati-hati dalam mengaitkan temuan ini langsung dengan peristiwa tersebut. Mark Hinman menegaskan bahwa belum ada bukti pasti siapa yang mengubur harta tersebut, sehingga peneliti harus mengandalkan penanggalan, gaya artefak, dan konteks penguburan, bukan catatan sejarah yang menyebutkan nama tokoh.
Selain terompet perang, penggalian juga mengungkap benda-benda militer elit lainnya, termasuk kepala standar berbentuk babi hutan dari perunggu dan lima shield boss, yaitu kubah logam yang melindungi pegangan perisai. Benda-benda seperti ini biasanya dimiliki oleh prajurit terlatih dan berfungsi sebagai simbol identitas serta perlindungan dalam pertempuran.
Kehadiran standar babi hutan mengisyaratkan fungsi simbolik yang kuat, karena standar semacam itu dirancang untuk terlihat dari jauh dan mencerminkan otoritas serta kekompakan pasukan.
Kombinasi artefak ini menunjukkan bahwa penguburan tersebut bukan sekadar pembuangan peralatan biasa, melainkan pengumpulan benda-benda bergengsi secara sengaja.
Tanda-tanda pada lubang penguburan mengarah pada satu peristiwa penguburan tunggal, yang sering dikaitkan dengan praktik ritual. Dalam tradisi Zaman Besi di Inggris, mengubur atau “mengorbankan” benda berharga dapat menandai perubahan sosial atau momen krisis tertentu. Banyak temuan serupa juga ditemukan di lokasi perbatasan atau area berair.
Untuk melindungi artefak yang rapuh, tim arkeolog mengangkat seluruh temuan dalam bentuk blok tanah utuh. Mereka kemudian menggunakan pemindaian CT dan sinar-X berlapis untuk memetakan posisi setiap benda sebelum proses pembersihan mikro dilakukan. Teknik ini penting karena perunggu tipis mudah retak jika terkena perubahan tekanan.
Proses konservasi yang lambat juga memungkinkan para peneliti mendeteksi bekas perbaikan pada terompet, yang dapat mengungkap seberapa lama instrumen tersebut digunakan sebelum akhirnya dikubur. Informasi semacam ini jarang diperoleh dari temuan carnyx sebelumnya yang hanya berupa potongan kecil.
Dalam catatan kuno, carnyx digambarkan sebagai alat intimidasi psikologis di medan perang. Sejarawan Yunani Diodorus Siculus menulis bahwa suara terompet ini kasar dan kacau, sengaja dirancang untuk menambah hiruk-pikuk pertempuran. Pengukuran awal menunjukkan terompet Norfolk memiliki panjang sekitar satu meter, lebih pendek dari gambaran artistik klasik.
Selama beberapa dekade, para ahli sangat bergantung pada seni kuno seperti relief dan bejana Gundestrup untuk memahami bentuk carnyx. Namun, ilustrasi tersebut sering kali sarat muatan politik atau simbolik. Temuan Norfolk, dengan detail wajah dan telinga kepala hewan yang masih utuh, memungkinkan perbandingan langsung antara representasi seni dan realitas fisik.
Kini, karena memenuhi kriteria hukum, temuan ini akan diproses sesuai Treasure Act 1996 di Inggris. Seorang koroner akan menentukan status hukumnya sebagai harta karun, yang selanjutnya membuka kemungkinan museum mengakuisisinya melalui proses penilaian resmi. Sementara itu, konservasi akan terus dilakukan sebelum ada rencana rekonstruksi atau uji bunyi.
Secara keseluruhan, harta karun Norfolk ini menghubungkan keahlian kerajinan, praktik perang, dan ritual keagamaan dalam satu momen sejarah yang terkubur.
Dengan penanganan konservasi yang cermat dan proses hukum yang transparan, detail-detail kecil yang masih tersembunyi di dalam tanah diharapkan mampu menceritakan kisah lengkap dari artefak luar biasa ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
terompet perang Celtic penemuan arkeologi Norfolk carnyx Zaman Besi



















