Senin, 26/01/2026 16:36 WIB

Alasan Syaban Dijuluki sebagai Bulan Nabi





Rasulullah SAW menegaskan bahwa Syaban adalah bulan diangkatnya amal perbuatan kepada Allah SWT

Ilustrasi - Seorang Muslim tengan memanjatkan doa malam Nisfu Syaban (Foto: Pexels/Alena Darmel)

JAKARTA - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Terletak di antara bulan Rajab dan Ramadan, Syaban kerap dianggap sebagai masa transisi yang sering luput dari perhatian sebagian umat Islam.

Padahal, dalam banyak riwayat, bulan ini justru mendapat perhatian khusus dari Nabi Muhammad SAW hingga dikenal sebagai bulan beliau.

Penyebutan Syaban sebagai bulan Nabi Muhammad SAW tidak muncul tanpa dasar. Hal ini berkaitan erat dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunnah, pada bulan tersebut.

Dalam sebuah hadis sahih, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah sebanyak puasa beliau di bulan Syaban. Ia berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam sebulan lebih banyak daripada di bulan Syaban” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kebiasaan Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa Syaban memiliki nilai spiritual yang tinggi. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW hampir berpuasa penuh di bulan Syaban, lalu menyambungkannya dengan puasa Ramadan. Hal ini menjadi teladan bahwa Syaban adalah waktu penting untuk melatih kesungguhan ibadah sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Selain itu Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i. Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang sering dilupakan manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadan.”

Dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Syaban adalah bulan diangkatnya amal perbuatan kepada Allah SWT, dan beliau menyukai amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

Hadis tersebut memberikan gambaran bahwa keistimewaan Syaban terletak pada dimensi batin dan keikhlasan. Ketika banyak orang lalai, Rasulullah SAW justru menghidupkan bulan ini dengan ibadah.

Inilah yang membuat Syaban identik dengan amalan Nabi dan menjadi simbol keteladanan dalam memanfaatkan waktu yang sering terabaikan.

Syaban juga memiliki peran penting sebagai bulan persiapan menuju Ramadan. Rasulullah SAW menjadikan bulan ini sebagai masa pembiasaan diri, baik secara fisik maupun spiritual, agar umat Islam siap menyambut kewajiban puasa Ramadan.

Dengan memperbanyak puasa sunnah di Syaban, Nabi mengajarkan pentingnya kesiapan bertahap agar ibadah Ramadan dapat dijalani dengan optimal.

KEYWORD :

Bulan Syaban Ibadah Sunnah Keistimewaan Syaban Bulan Nabi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :