Mata uang Rupiah Indonesia dan Dolar Amerika Serikat. (Istimewa)
Jakarta, Jurnas.com - Perdagangan awal pekan, Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan.
Apresiasi rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar, di tengah upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di pasar valuta asing.
Menukil data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah menguat 57 poin atau 0,34% ke level Rp16.763 per dolar AS.
Pada saat yang sama, indeks dolar tercatat turun 0,5% ke posisi 97,11.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa pihaknya siap untuk membawa rupiah menguat dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot.
Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.
Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kurs Rupiah Dolar AS Bank Indonesia






















