Senin, 26/01/2026 00:54 WIB

Wamentrans Dorong Produk Unggulan Transmigrasi Mesuji Masuk Pasar Bali





Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong produk unggulan dari kawasan transmigrasi Mesuji, Lampung, agar bisa masuk pasar Bali

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat kunjungannya ke Desa Tanjung Menang Raya, Kecamatan Mesuji Timur, dalam kegiatan panen melon bersama warga (Foto: Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong produk unggulan dari kawasan transmigrasi Mesuji, Lampung, agar bisa masuk pasar Bali. Langkah ini diharapkan memberi nilai tambah bagi produk pertanian dan UMKM transmigran.

Dorongan tersebut disampaikan Wamentrans saat kunjungannya ke Desa Tanjung Menang Raya, Kecamatan Mesuji Timur, dalam kegiatan panen melon bersama warga. Kegiatan ini dihadiri Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Mesuji Hj. Elfianah serta wakilnya Yugi Wicaksono, dan pemilik toko oleh-oleh Krisna Bali, Gusti Ngurah Anom.

Wamentrans mengapresiasi semangat transmigran dan warga setempat dalam mengembangkan produk pertanian. “Selain melon di sini juga melimpah padi, pisang, singkong, dan tanaman industri lainya,” tuturnya dalam Siaran Pers Kementrans, dikutip pada Minggu (25/1).

Viva Yoga menekankan peran Kementerian Transmigrasi dalam mengoptimalkan potensi lokal. “Kementerian Transmigrasi mengembangkan potensi yang ada sesuai dengan karakter dan keunggulan produk wilayah,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengembangan produk unggulan di daerah transmigrasi lain. “Kalau di Polewali Mandar Sulawesi Barat kita kembangkan kakao, di Bungo Jambi kita kembangkan sawit, di Banyuasin Sumatera Selatan padi, dan di Kampar Riau nanas,” tambahnya.

Untuk memperluas pasar, Viva Yoga mendorong kerja sama UMKM Mesuji dengan jaringan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali. “Agar produk pertanian transmigran dan warga bisa dijual di berbagai Toko Oleh-Oleh Krisna Bali yang tersebar tidak hanya di Bali namun juga kota lainnya,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Wamentrans juga turut menekankan pentingnya pengembangan kawasan transmigrasi.

“Transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah sejak jaman Presiden Soekarno hingga saat ini telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan 3 provinsi, yakni Provinsi Kalimantan Utara, Papua Selatan, dan Sulawesi Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan pengembangan UMKM tidak berhenti di skala kecil, melainkan harus mampu bersaing secara nasional bahkan berorientasi ekspor. Kehadiran investor dan sinergi lintas pihak dinilai penting agar pengembangan ekonomi transmigran memberi efek langsung bagi masyarakat dan pertumbuhan nasional.

Viva Yoga juga menyambut baik kehadiran Ajik Krisna di Mesuji. “Mesuji harus ada produk unggulan sehingga memiliki daya tawar yang tinggi”, tegasnya.

Menurutnya, penguatan rantai produksi dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran akan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Bila rantai produksi ini berjalan akan meningkakan pendapatan masyarakat,” ucapnya.

KEYWORD :

Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Produk Unggulan Mesuji Lampung UMKM Transmigran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :