Senin, 26/01/2026 05:18 WIB

Cara Menghadapi Kegagalan yang Diajarkan Islam





Al-Qur`an mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah aib atau akhir dari perjalanan hidup.

Ilustrasi - ini cara yang diajarkan Al-Qur`an saat menghadapi kegagalan dalam hidup (Foto: Pexels/Antoni Shkraba)

Jakarta, Jurnas.com - Kegagalan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dalam perjalanan hidup, setiap orang berpotensi menghadapi kegagalan, baik dalam urusan pekerjaan, pendidikan, usaha, maupun kehidupan pribadi.

Al-Qur`an sebagai pedoman hidup umat Islam memberikan arahan jelas tentang bagaimana menyikapi kegagalan dengan sikap yang benar dan penuh hikmah.

Al-Qur`an telah mengajarkan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari ujian kehidupan. Allah SWT menegaskan bahwa manusia pasti diuji dengan berbagai kondisi, termasuk kesulitan dan kegagalan, untuk mengukur keimanan dan keteguhan hati. Dalam firman-Nya disebutkan:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Sikap pertama yang diajarkan Al-Qur`an dalam menghadapi kegagalan adalah bersabar. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan keteguhan hati untuk tetap bertahan, tidak putus asa, dan terus berikhtiar meski hasil belum sesuai harapan.

Selain sabar, Al-Qur`an juga mengajarkan pentingnya evaluasi diri dan introspeksi. Kegagalan menjadi momentum bagi manusia untuk memperbaiki niat, cara, dan tujuan. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat tersebut menegaskan bahwa perubahan positif hanya akan terjadi jika seseorang mau belajar dari kesalahan dan melakukan perbaikan secara sungguh-sungguh.

Al-Qur`an juga menekankan agar manusia tidak terjebak dalam keputusasaan. Putus asa termasuk sikap yang dilarang karena dapat melemahkan iman. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Artinya:
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Selain itu, kegagalan juga seharusnya mendorong manusia untuk bertawakal kepada Allah SWT. Tawakal berarti menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik.

Dengan tawakal, kegagalan tidak akan melahirkan keputusasaan, melainkan ketenangan dan keyakinan bahwa setiap ketetapan Allah mengandung kebaikan.

Al-Qur`an juga mengingatkan bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Prinsip ini memberi harapan bagi siapa pun yang sedang menghadapi kegagalan agar tetap optimistis dan tidak berhenti berusaha.

KEYWORD :

Info Keislaman menghadapi kegagalan kitab Al-Qur`an kehidupan manusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :