Baterai mobil listrik (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Kekhawatiran mengenai usia baterai masih menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kepemilikan mobil listrik. Isu ini terutama muncul pada konsumen yang berencana menggunakan kendaraan dalam jangka panjang.
Berdasarkan analisis Geotab terhadap 22.700 mobil listrik dari 21 model berbeda, degradasi baterai rata-rata tercatat sekitar 2,3 persen per tahun. Dengan laju tersebut, kapasitas baterai diperkirakan turun ke sekitar 75 persen setelah kurang lebih 13 tahun penggunaan.
Dikutip dari Earth pada Minggu (25/1/2026), temuan ini menunjukkan bahwa penurunan kapasitas baterai terjadi secara bertahap. Dalam penggunaan sehari-hari, dampaknya umumnya tidak langsung terasa.
Sepanjang 2025, BYD Jual 4,5 Juta Mobil
Namun demikian, pola pengisian daya berpengaruh terhadap laju degradasi baterai mobil listrik. Kendaraan yang lebih sering menggunakan pengisian daya cepat mengalami penurunan kapasitas hingga sekitar 3 persen per tahun.
Penurunan tersebut dikaitkan dengan panas dan tekanan yang lebih tinggi selama proses pengisian berdaya besar. Oleh karena itu, pengisian daya cepat umumnya direkomendasikan untuk kebutuhan tertentu seperti perjalanan jarak jauh.
Tips Merawat Baterai HP agar Tidak Cepat Rusak
Selain pola pengisian, kondisi iklim juga berkontribusi terhadap degradasi baterai. Kendaraan yang beroperasi di wilayah bersuhu tinggi tercatat mengalami penurunan kapasitas sekitar 0,4 persen lebih cepat per tahun.
Meski demikian, Geotab mencatat bahwa pengaruh pola pengisian daya lebih besar dibanding faktor iklim. Artinya, manajemen pengisian daya masih menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan baterai.
Dalam konteks penggunaan armada, kendaraan dengan tingkat pemakaian tinggi menunjukkan degradasi baterai yang sedikit lebih cepat. Selisihnya tercatat sekitar 0,8 persen per tahun dibanding kendaraan dengan pemakaian rendah.
Geotab menyebutkan bahwa usia baterai pada kendaraan armada umumnya masih melampaui siklus penggantian yang direncanakan. Hal ini menjadi pertimbangan dalam perencanaan biaya dan operasional.
Sementara itu, degradasi yang lebih cepat juga terlihat pada kendaraan yang terlalu sering berada pada kondisi baterai penuh atau hampir kosong. Dampak signifikan baru muncul jika kondisi tersebut terjadi dalam jangka panjang.
Di luar masa garansi delapan tahun atau 160 ribu kilometer, baterai mobil listrik masih dapat digunakan selama memenuhi ambang kesehatan tertentu. Untuk itu, data kesehatan baterai menjadi indikator penting, terutama pada pasar kendaraan bekas.
Seiring bertambahnya usia pakai baterai, manfaat lingkungan kendaraan listrik juga meningkat. Studi tersebut mencatat bahwa emisi produksi di awal masa pakai dapat terimbangi setelah beberapa tahun penggunaan.
Secara keseluruhan, data-data menunjukkan bahwa baterai mobil listrik memiliki usia pakai yang relatif panjang. Dengan pola penggunaan yang wajar, masa pakai baterai dapat melampaui satu dekade. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Usia Baterai Mobil Listrik Analisis Geotab Degradasi EV




















