Ilustrasi - Maryam binti Imran, ibunda dari Nabi Isa AS yang tak pernah mengalami haid dalam Islam (Foto: tanwir)
Jakarta, Jurnas.com - Dalam kajian Islam, istilah “wanita yang tidak pernah haid” kerap memunculkan rasa penasaran. Topik ini sering dibahas dalam diskusi keislaman, khususnya terkait fikih perempuan dan sejarah tokoh-tokoh mulia dalam Islam.
Lantas, siapakah sosok wanita yang disebut tidak pernah mengalami haid?
Dalam literatur Islam klasik, sebagian ulama menyebut beberapa nama perempuan suci yang diyakini tidak mengalami haid. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Sayyidah Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa AS.
Maryam dikenal sebagai perempuan yang disucikan oleh Allah SWT dan mendapat kedudukan istimewa di antara wanita di dunia.
Pandangan bahwa Maryam tidak pernah haid bersumber dari pendapat sebagian ulama tafsir dan ahli fikih. Mereka berargumen bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari kemuliaan dan kekhususan yang Allah berikan kepadanya, terutama karena Maryam mengandung dan melahirkan Nabi Isa AS tanpa melalui proses pernikahan.
Ini Makna Ziarah Kubur Menjelang Bulan Ramadan
Selain Maryam, terdapat pula pendapat yang menyebut Sayyidah Fatimah az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW, sebagai perempuan yang tidak mengalami haid.
Pendapat ini banyak berkembang dalam literatur Syiah dan sebagian riwayat yang menyebutkan bahwa Fatimah memiliki kondisi biologis yang berbeda sebagai bentuk kemuliaan dan penjagaan Allah SWT.
Namun demikian, mayoritas ulama Ahlus Sunnah menegaskan bahwa haid adalah fitrah perempuan dan bukanlah aib ataupun kekurangan. Tidak mengalami haid bukanlah ukuran utama kemuliaan seseorang, sebab kemuliaan di sisi Allah SWT ditentukan oleh ketakwaan dan amal saleh.
Dalam fikih Islam, wanita yang tidak pernah haid tetap memiliki ketentuan hukum tersendiri, terutama terkait ibadah seperti salat, puasa, dan masa iddah. Para ulama sepakat bahwa hukum-hukum tersebut harus disesuaikan dengan kondisi biologis masing-masing individu.
Para ahli juga mengingatkan agar umat Islam bersikap bijak dalam menyikapi isu ini. Kisah tentang wanita yang tidak pernah haid sebaiknya dipahami sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam, bukan untuk dibandingkan atau dijadikan standar dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pembahasan mengenai wanita yang tidak pernah haid lebih tepat diposisikan sebagai kajian ilmiah dan historis dalam Islam. Nilai utama yang dapat diambil adalah keteladanan akhlak, keimanan, dan kesucian diri yang ditunjukkan oleh para perempuan mulia tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Sayyidah Fatimah Maryam binti Imran Wanita Haid























