Ilustrasi - sosok putri Nabi Muhammad SAW (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Sayyidah Fatimah az-Zahra merupakan salah satu sosok perempuan paling mulia dalam sejarah Islam. Ia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW dari pernikahannya dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.
Namanya selalu disebut dengan penuh penghormatan karena kedudukannya yang istimewa di sisi Rasulullah SAW dan umat Islam.
Sejak kecil, Sayyidah Fatimah dikenal tumbuh dalam lingkungan penuh perjuangan. Ia menyaksikan langsung bagaimana Nabi Muhammad SAW menghadapi penolakan, hinaan, dan tekanan dari kaum Quraisy dalam menyampaikan dakwah Islam.
Dalam kondisi tersebut, Fatimah kerap menjadi penghibur ayahnya, hingga mendapat julukan Ummu Abiha yang berarti “ibu bagi ayahnya”.
Rasulullah SAW menaruh kecintaan yang sangat besar kepada Sayyidah Fatimah. Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad SAW menyebut Fatimah sebagai bagian dari dirinya. Kedudukan mulia itu menunjukkan betapa agung akhlak dan kepribadian Fatimah di mata sang Nabi.
Ini Makna Ziarah Kubur Menjelang Bulan Ramadan
Sayyidah Fatimah kemudian dipersunting oleh Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW. Dari pernikahan tersebut, lahir keturunan mulia, di antaranya Hasan dan Husain, yang kelak menjadi tokoh penting dalam sejarah Islam.
Kehidupan rumah tangga Fatimah dan Ali dikenal sederhana, penuh kesabaran, serta jauh dari kemewahan dunia.
Meski merupakan putri seorang nabi dan istri sahabat utama, Sayyidah Fatimah tetap menjalani hidup dengan kesederhanaan. Ia terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, menumbuk gandum, dan mengurus keluarganya tanpa mengeluh.
Keteguhan dan keikhlasan ini menjadikannya teladan bagi perempuan Muslim sepanjang masa.
Dalam hal ibadah, Sayyidah Fatimah dikenal sebagai sosok yang sangat taat dan tekun berdoa. Banyak riwayat menyebutkan bahwa ia sering menghabiskan malam dengan salat dan munajat kepada Allah SWT, bahkan lebih dahulu mendoakan orang lain sebelum dirinya sendiri.
Sayyidah Fatimah wafat tidak lama setelah wafatnya Rasulullah SAW. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam. Namun, jejak keteladanan, kesabaran, dan kemuliaan akhlaknya terus hidup dan menjadi inspirasi hingga kini.
Sosok Sayyidah Fatimah bukan hanya dikenang sebagai putri Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai simbol keteguhan iman, kemuliaan akhlak, dan peran perempuan yang luar biasa dalam sejarah Islam.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Sayyidah Fatimah Putri Nabi SAW Rasulullah SAW






















