Sabtu, 24/01/2026 23:48 WIB

NATAL NASIONAL PDI PERJUANGAN

Natal Nasional PDIP Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Sukacita





Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menggelar bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana di Tapteng, Sumut, dari mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1).

Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menggelar perayaan Natal sekaligus bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana di Tapteng, Sumut, dari mulai Rabu (21/1) hingga Sabtu (24/1).

Tapteng, Jurnas.com - Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menggelar bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dari mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1). Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan memilih menggelar perayaan Natal bersama para korban bencana dengan mengusung tema "Gotong Royong Dalam Kasih Allah”.

Seluruh panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menyusuri posko-posko pengungsian korban bencana di Tapteng, seperti di Kecamat Tukka Desa Hutanabolon, Kecamatan Badiri,  Sibolga, dan sejumlah lokasi lainnya yang terdampak bencana.

Marinus Gea selaku ketua panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menyatakan bahwa perayaan Natal bersama pengungsi di Tapanuli Tengah memberikan makna Natal yang berbeda, tidak hanya sebatas pada liturgi semata tetapi lebih menerapkan cinta kasih Allah yang sesungguhnya.

"Ini membuktikan kepedulian dan kehadiran PDI Perjuangan di tengah-tengah masyarakat, bahwa PDI Perjuangan mengusung prinsip menangis dan tertawa bersama rakyat. Kami dari panitia Natal Nasional PDIP berbagi kasih bersama rakyat,” kata Marianus Gea, disela-sela perayaan Natal Nasional PDI Perjuangan, di Tapteng, Jumat (22/1).

Marianus Gea menuturkan, perayaan Natal Nasional PDI Perjuangan bersama masyarakat terdampak bencana alam di Tapteng, tepatnya di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Lokasi ini dipilih secara khusus karena merupakan daerah yang terdampak bencana alam.

“Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar Natal Nasional dilaksanakan bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kita ingin hadir, merasakan apa yang mereka rasakan, dan berbagi pengharapan dan sukacita,” tutur Marianus.

Ia menjelaskan, perayaan Natal Nasional ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi iman dan aksi nyata. Kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat mencerminkan makna kelahiran Yesus Kristus yang hadir dalam kesederhanaan dan pengorbanan demi keselamatan umat manusia.

“Sebagaimana hakikat Natal, Tuhan Yesus hadir membawa keselamatan melalui pengorbanan. Demikian pula kita sebagai anak bangsa, bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” terang Marianus.

Pada Natal Nasional PDI Perjuangan tahun ini, diangkat Subtema “Dengan Perayaan Natal PDI Perjuangan, Kita Pulihkan Semangat Masyarakat Tapanuli Tengah untuk Bangkit Lebih Cepat”, serta Subtema Khusus PDI Perjuangan “Gotong Royong dalam Cinta dan Kasih Allah.”

Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan beserta seluruh kader juga turut bersama-sama melakukan potong tumpeng bersama masyarakat terdampak bencana, sebagai perayaan hari ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menyampaikan, kegiatan sosial ini sebagai bentuk kebersamaan PDI Perjuangan bersama masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, PDI Perjuangan hadir merasakan penderitaan masyarakat.

“Kehadiran PDI Perjuangan sebagai bentuk semangat kebersamaan. Pada kesempatan ini akan dilakukan pembangunan 50 unit hunian sementara,” kata Masinton dalam sambutannya.

Sebelum puncak kegiatan Natal Nasional PDI Perjuangan juga turut melakukan aksi nyata dengan menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, antara lain bantuan untuk rumah ibadah gereja dan masjid yang rusak, bedah rumah bagi keluarga terdampak bencana dengan kategori rusak ringan, sedang, berat, hingga hilang, serta santunan bagi keluarga korban jiwa.

Selain itu, disalurkan pula bantuan peralatan kebersihan, perlengkapan sekolah berupa seragam sekolah dan seragam guru, dan peralatan masak, baik untuk pengungsi maupun warga yang telah kembali ke rumah masing-masing, hingga kegiatan trauma healing berupa proses pemulihan psikologis untuk mengatasi dampak emosional atas peristiwa bencana.

Tidak hanya itu, pelayanan kesehatan turut diberikan kepada masyarakat melalui pengerahan Kapal Kesehatan Laksamana Malahayati yang melayani pengobatan gratis bagi warga terdampak.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning menjelaskan, RS Apung Laksamana Malahayati dijadwalkan sandar di PPN Sibolga di Tapteng mulai hari ini hingga 24 Januari 2026 dalam rangka melayani kesehatan para korban bencana.

"Selama periode ini, masyarakat atau pun para korban bencana dipersilakan datang dan akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di RS Apung Laksamana Malahayati," kata Ribka Tjiptaning, Rabu (21/1).

Ribka Tjiptaning menjelaskan, RS Apung Laksamana Malahayati yang didirikan partai berlambang banteng moncong putih itu mengemban misi pelayanan kesehatan untuk rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau pulau-pulau terpencil di Indonesia.

"Selain pengobatan gratis, pada tanggal 23 nanti adalah hari ulang tahun Ibu Megawati Soekarnoputri. Kita akan merayakannya bersama pengungsi," kata Ribka.

KEYWORD :

Natal Nasional PDI Perjuangan Natal PDIP di Tapteng PDIP Berbagi Sukacita Warga Terdampak Bencana




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :