Sabtu, 24/01/2026 23:48 WIB

Fakta Menarik Gunung Burangrang di Bandung Jawa Barat





Gunung Burangrang merupakan salah satu gunung api mati di Jawa Barat yang berdiri sebagai sisa aktivitas besar Gunung Sunda Purba

Gunung Burangrang (Foto: Via Bandung Bergerak)

Jakarta, Jurnas.com - Gunung Burangrang merupakan salah satu gunung api mati di Jawa Barat yang berdiri sebagai sisa aktivitas besar Gunung Sunda Purba, dengan ketinggian sekitar 2.050 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di kawasan utara Bandung, bersebelahan dengan Gunung Tangkubanparahu, dan menjadi bagian penting dari bentang alam pegunungan Parahyangan.

Baru-baru ini, Gunung Burangrang menjadi sorotan nasional setelah bencana longsor menerjang salah satu lerengnya di sekitar Bandung Barat, dan menelan korban jiwa, menempatkan gunung ini dalam perhatian publik meski pesona alam dan nilai sejarahnya telah dikenal jauh sebelumnya.

Dikutip dari berbagai sumber, secara geologis, Gunung Burangrang adalah bagian dari sisa letusan besar Gunung Sunda Purba pada zaman prasejarah. Bersama Gunung Tangkubanparahu dan Bukittunggul, Burangrang menjadi saksi pembentukan pegunungan tua di wilayah Parahyangan.

Keunikan Burangrang tidak hanya terletak pada usianya yang tua, tetapi juga pada tipe hutannya yang beragam. Kawasan ini mencakup hutan bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan montane, hingga hutan ericaceous yang umumnya hanya ditemukan di pegunungan tinggi.

Karena karakter alamnya tersebut, Gunung Burangrang kerap dijadikan lokasi pendidikan dan latihan dasar bagi para pecinta alam. Jalur-jalurnya yang menanjak dan kontur curam menjadi medan ideal untuk pembelajaran navigasi dan ketahanan fisik.

Selain puncaknya, kawasan Gunung Burangrang juga mencakup Situ Lembang yang berada di lereng gunung. Namun, wilayah ini termasuk kawasan militer di bawah Komando Pusdikpassus dan masih aktif digunakan untuk latihan.

Sebagai puncak paling barat dari rangkaian pegunungan Sunda Purba, Burangrang memiliki punggungan bukit yang panjang dan khas. Kedekatannya dengan Kota Bandung membuat gunung ini cukup populer, meski pamornya masih kalah dibandingkan Gunung Tangkubanparahu.

Dari sisi pendakian, Gunung Burangrang dikenal memiliki rute yang menantang, terutama karena kemiringan jalurnya yang curam di beberapa titik. Panorama alam yang tersaji sepanjang jalur menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.

Terdapat dua akses utama menuju kawasan punggungan, yakni dari Pintu Angin di sisi timur dan dari Desa Legokhaji di sisi selatan. Pintu Angin berada di ketinggian lebih dari 1.500 mdpl dan menjadi pemisah alami antara Burangrang dan Gunung Tangkubanparahu.

Namun demikian, sebagian jalur Gunung Burangrang berada di kawasan latihan militer sehingga pendakian kerap dibatasi. Pendaki yang ingin melintas jalur tertentu diwajibkan meminta izin, terutama jika melewati kawasan Kopassus.

Secara umum, Gunung Burangrang memiliki tiga jalur pendakian yang dikenal para pendaki. Jalur Legokhaji menjadi yang paling favorit karena fasilitasnya lebih lengkap dan waktu tempuhnya relatif singkat.

Jalur Kopassus menawarkan rute dengan vegetasi hutan yang rapat dan medan terjal, tetapi hanya bisa dilalui jika mendapatkan izin resmi. Sementara itu, jalur Pangheotan di wilayah Purwakarta dikenal paling panjang dan jarang dilalui.

Untuk mencapai titik pendakian, pendaki dapat menuju Cisarua melalui Cimahi lalu melanjutkan perjalanan ke Legokhaji. Akses menuju Pintu Angin dapat ditempuh dari Parompong dengan jalan berbatu yang mengarah ke Situ Lembang.

Gunung Burangrang menerapkan tiket masuk atau simaksi dengan tarif terjangkau. Fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, musala, warung, dan camp area tersedia di beberapa basecamp pendakian.

Meski dibuka sepanjang hari, aktivitas pendakian sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kebijakan pengelola. Pendaki juga diimbau membawa perbekalan air yang cukup karena minimnya sumber air di jalur pendakian.

Dengan latar sejarah geologi yang panjang, kekayaan ekosistem hutan, serta jalur pendakian yang menantang, Gunung Burangrang bukan sekadar gunung pelengkap di utara Bandung. Ia adalah gunung tua yang menyimpan cerita alam, sejarah, hingga tantangan yang patut dikenali. (*)

KEYWORD :

Gunung Burangrang Bandung Barat Jawa Barat Gunung Sunda Purba




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :