Sabtu, 24/01/2026 21:15 WIB

KDM Janjikan Relokasi dan Santunan Korban Longsor di Bandung Barat





Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan merelokasi masyarakat yang terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau lokasi longsor, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (Foto: Pemprov Jabar)

Jakarta, Jurnas.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan merelokasi masyarakat yang terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat. Keputusan itu diambil saat meninjau lokasi longsor, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026).

Dari pantauan Dedi Mulyadi, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor. Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.

"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.

Saat ini, lanjut KDM, Pemda Provinsi Jawa Barat fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor. Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.

Sebelumnya, Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, yang diawali suara gemuruh keras terdengar warga sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” kata Yogaswara di Bandung, Sabtu (24/1).

Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman di sekitar lokasi terdampak.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat sebanyak sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa sebanyak enam identitas jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi.

"Dari jumlah tersebut, terdapat 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses. Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan masih ada tiga lainnya yang masih dalam proses identifikasi," jelasnya di Bandung, dikutip Antara pada Sabtu (24/1) malam.

Dirinya menjelaskan bahwa proses identifikasi lainnya masih terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan di tengah keterbatasan cuaca ekstrem.

KEYWORD :

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bencana Longsor Bandung Barat Jawa Barat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :