Minggu, 25/01/2026 06:54 WIB

Orang Tua, Lakukan Ini Bila Anak Mengalami Bullying





Anda menanyakan, anak menjawab dengan berkelit dan memberi kesan menutupi suatu masalah. Bisa saja ini tanda anak mengalami bullying

Ilustrasi anak mengalami bullying (foto:kompasiana)

Jakarta, Jurnas.com – Orang tua harus waspada pada perubahan anak yang mendadak murung atau temperamental. Apalagi saat Anda menanyakan, anak menjawab dengan berkelit dan memberi kesan menutupi suatu masalah. Bisa saja ini tanda anak mengalami bullying.

Sebelum mengetahui kebenarannya, sebaiknya Anda mencari tahu dan pastikan informasi yang diterima adalah akurat.

Namun jika benar anak mengalami perundungan, sebagai orang tua yang pertama dilakukan adalah menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengajak anak bicara. Jangan sampai anak menjadi semakit takut atas reaksi Anda.

Berikut panduan untuk orang tua tentang apa yang sebaiknya dilakukan bila anak mengalami bullying:

Dengarkan Anak dengan Empati

Dengarkan tanpa menyela atau menghakimi. Hindari langsung menyalahkan anak atau menyuruhnya “sabar saja”. Validasi perasaan anak serta menyatakan bahwa Anda akan selalu mendukung dan melindunginya.

Yakinkan Anak Bahwa Ini Bukan Salahnya

Tekankan bahwa bullying adalah perilaku salah pelaku, bukan karena kekurangan anak. Ini penting untuk menjaga harga diri dan rasa aman anak.

Kumpulkan Informasi dengan Tenang

Tanyakan apa yang terjadi, di mana, kapan, siapa yang terlibat, dan seberapa sering. Catat bukti jika ada seperti pesan, chat, foto,dan  saksi. Kumpulkan sebanyak-banyaknya dan detail sebagai bukti yang suatu saat akan dibutuhkan.

Ajarkan Strategi Menghadapi Bullying

Tumbuhkan rasa percaya diri anak dan berani untuk bertindak. Ajarkan anak menghadapi dengan cara tegas tapi aman untuk berkata “berhenti”. Beritahukan juga sebisa mungkin untuk menghindari orang tersebut dan mencari orang dewasa tepercaya. Ingat, jangan pernah mendoorong anak untuk balas dendam atau kekerasan, karena cara ini tidak menyelesaikan masalah.

Bangun Kepercayaan Diri Anak

Ketika anak menyampaikan permasalahannya, jangan diremehkan. Melainkan, beri pujian atas usaha dan keberanian menceritakan. Bangun kepercaya diri anak dengan mendukung minat dan kelebihannya. Bantu anak melatih keterampilan sosial dan regulasi emosi.

Libatkan Pihak Sekolah

Anda dapat melibatkan pihak sekolah agar anak merasa aman ketika belajar. Hubungi wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah dengan data yang jelas. Fokus pada perlindungan anak dan solusi, bukan menyalahkan. Terus pantau tindak lanjutnya supaya bullying pada anak tidak pernah terjadi kembali.

Awasi Tanda Dampak Psikologis

Anda jangan sampai luput memperhatikan perkembangan anak. Waspadai perubahan seperti menarik diri, murung berkepanjangan, Sulit tidur atau mimpi buruk, nilai menurun, bahkan sampai enggan ke sekolah. Jika tanda itu muncul, segera cari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor.

Ajarkan Anak untuk Selalu Bercerita

Anda bangun rutinitas ngobrol harian. Buat anak merasa nyaman untuk bersuara dan berpendapat. Pastikan anak tahu ia aman bercerita kapan pun, tanpa dimarahi dan dihakimi.

KEYWORD :

Anak Mengalami Bullying Tanda Anak Mengalami Bullying




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :