Bawang putih (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Bawang putih mentah telah lama dikenal sebagai bahan alami dengan beragam manfaat kesehatan. Di balik aromanya yang kuat, bawang putih menyimpan senyawa aktif yang berperan penting dalam mendukung fungsi tubuh, mulai dari kesehatan jantung hingga sistem kekebalan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih mentah atau dalam bentuk suplemen dapat memberikan efek biologis yang nyata. Senyawa sulfur di dalamnya bekerja pada banyak sistem tubuh secara bersamaan, sehingga dampaknya tidak terbatas pada satu organ saja.
Dikutip dari Health pada Sabtu (24/1), salah satu manfaat yang paling banyak diteliti adalah pengaruh bawang putih terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Sejumlah studi menemukan bahwa konsumsi bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi. Efek ini dikaitkan dengan allicin, senyawa aktif yang membantu melemaskan pembuluh darah dan menghambat hormon yang memicu kenaikan tekanan darah.
Selain tekanan darah, bawang putih juga dikaitkan dengan perbaikan profil kolesterol. Analisis dari berbagai studi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, yang sering disebut sebagai kolesterol “jahat”. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa riset lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan besarnya manfaat ini dalam jangka panjang.
Bawang putih juga memiliki sifat antitrombotik, yaitu kemampuan untuk mencegah penggumpalan darah. Senyawa di dalamnya dapat menghambat sel darah agar tidak saling menempel secara berlebihan, sehingga berpotensi menurunkan risiko pembentukan bekuan darah berbahaya yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi bawang putih selama musim flu dan pilek mengalami gejala yang lebih ringan dan durasi sakit yang lebih singkat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Walau tidak selalu mencegah infeksi, bawang putih dapat membantu tubuh pulih lebih cepat.
Efek ini berkaitan erat dengan sifat antiinflamasi dari senyawa sulfur bawang putih. Senyawa tersebut membantu menekan peradangan yang muncul saat tubuh melawan infeksi. Selain itu, bawang putih juga memiliki aktivitas antivirus yang diduga dapat mengganggu kemampuan virus untuk masuk dan berkembang biak di dalam sel tubuh.
Bawang putih mentah juga dikenal kaya antioksidan. Antioksidan berperan menetralkan radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan jaringan jika jumlahnya berlebihan. Kondisi stres oksidatif akibat radikal bebas dikaitkan dengan penuaan, penyakit kronis, kanker, serta gangguan saraf seperti Alzheimer.
Salah satu antioksidan utama dalam bawang putih adalah S-allyl-l-cysteine (SAC). Penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa ini berpotensi melindungi sel saraf dari kerusakan dan peradangan. Beberapa temuan juga mengindikasikan bahwa antioksidan bawang putih dapat berperan dalam pencegahan kanker, meskipun bukti klinis masih terus dikembangkan.
Dari sisi pencernaan, bawang putih mentah berfungsi sebagai prebiotik alami. Kandungan serat dan karbohidrat kompleksnya tidak dicerna di lambung, melainkan menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Bakteri seperti bifidobacteria dan lactobacilli berperan penting dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Keseimbangan mikrobiota usus sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan. Selain membantu pencernaan, bakteri baik juga terlibat dalam sistem imun dan produksi zat gizi penting. Dengan mendukung pertumbuhan bakteri ini, bawang putih berkontribusi pada kesehatan usus jangka panjang.
Manfaat lain yang mulai banyak diteliti adalah peran bawang putih dalam pengelolaan gula darah. Analisis dari beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa serta HbA1c, indikator kontrol gula darah jangka panjang. Efek ini diduga berasal dari senyawa organosulfur yang memengaruhi kerja insulin.
Walaupun hasilnya menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa bawang putih sebaiknya dipandang sebagai pendukung, bukan pengganti, terapi medis pada penderita diabetes. Studi berskala besar masih diperlukan untuk memahami mekanisme dan dosis yang paling efektif.
Bawang putih juga berpotensi mendukung kesehatan tulang dan sendi. Antioksidan di dalamnya dikaitkan dengan penurunan stres oksidatif yang berperan dalam osteoporosis, terutama pada perempuan pascamenopause. Beberapa penelitian juga menunjukkan efek antiinflamasi bawang putih dapat membantu mengurangi nyeri sendi pada osteoartritis.
Secara keseluruhan, mengonsumsi bawang putih mentah dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari jantung, imunitas, pencernaan, hingga metabolisme. Meski demikian, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan lambung atau bau napas yang kuat, sehingga perlu disesuaikan dengan toleransi masing-masing individu.
Penelitian terus berkembang untuk menggali potensi bawang putih lebih dalam. Dengan pendekatan yang seimbang, bawang putih mentah dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung fungsi tubuh dalam jangka panjang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
manfaat bawang putih bawang putih mentah khasiat bawang putih

















