Ilustrasi anak tidak mau makan (Foto: RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Dalam kehidupan sehari-hari, mencela makanan sering dianggap hal sepele. Padahal, dalam ajaran Islam, sikap tersebut memiliki konsekuensi etika dan spiritual yang serius.
Islam secara tegas melarang mencela makanan, baik dari segi rasa, bentuk, maupun penyajiannya. Larangan ini bukan sekadar adab, tetapi bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.
Larangan mencela makanan berangkat dari kesadaran bahwa setiap makanan adalah rezeki dari Allah SWT, yang dihadirkan melalui berbagai sebab dan tangan manusia.
Adab Makan dan Minum dalam Ajaran Islam
Dalil paling kuat tentang larangan mencela makanan berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Ia berkata:
مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
“Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Islam memandang makanan sebagai nikmat Allah SWT yang patut disyukuri. Mencela makanan sama saja dengan mencela nikmat yang Allah berikan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala nikmat.” (QS. At-Takatsur: 8)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap nikmat, termasuk makanan, akan dimintai pertanggungjawaban. Mencela makanan menunjukkan sikap tidak bersyukur terhadap nikmat tersebut.
Alasan lain Islam melarang mencela makanan adalah karena dampaknya terhadap perasaan orang lain, terutama orang yang memasak atau menyajikannya. Makanan sering kali dibuat dengan usaha, waktu, dan niat baik. Mencela makanan dapat melukai hati dan merusak hubungan sosial.
Islam sangat menekankan adab menjaga lisan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mencela makanan termasuk ucapan yang tidak baik dan tidak membawa maslahat.
Mencela makanan juga dapat menumbuhkan sikap sombong dan merasa paling tahu. Seolah-olah seseorang berhak merendahkan rezeki yang Allah berikan. Islam mengajarkan kerendahan hati dan kesederhanaan, termasuk dalam urusan makan dan minum.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Mencela Makanan Adab Makan Sunnah Makan























