Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat acara ‘Panen Raya Padi’ di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Kamis (Foto: Humas Kementrans)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut kawasan transmigrasi mampu berkontribusi menjadi lumbung pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Wamentrans saat mengahadiri dan memberi sambutan pada acara ‘Panen Raya Padi’ di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Kamis (22/1/2026). Panen raya yang digelar di Kawasan Transmigrasi Telang itu juga dihadiri oleh Bupati Banyuasin Askolani dan Komandan Kodim 0430/Banyuasin Letkol Inf. Handoyo Yudi Prasetyo.
“Dari Telang inilah membuktikan kawasan transmigrasi mampu menjadi sentra tanaman pangan atau lumbung pangan nasional,” ujar Wamentrans dalam keterangannya.
Dalam kesempatan itu, Wamentrans turut menyampaikan apresiasi terhadap Kabupaten Banyuasin karena telah meraih penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang Pertanian, dan dinobatkan sebagai kabupaten peringkat pertama produksi beras nasional 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Wamentrans menuturkan, Kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Selatan itu mampu meraih penghargaan di bidang pertanian karena pada tahun 2025 mampu memproduksi gabah kering 1,2 juta ton. Hasil panen itu didapat dari lahan seluas 189.000 Ha.
Dari lahan seluas itu 70 persennya berada di kawasan transmigrasi. Di Muara Telang sendiri, kata Wamentrans, ada sawah seluas 22.000 Ha hingga 26.000 Ha. Di Desa Telang Rejo ada 1600 Ha.
"Dalam setahun mereka bisa melakukan panen sebanyak dua hingga tiga kali dengan produksi 7 ton hingga 8 ton/Ha. Panen raya dilakukan di Muara Telang sebab kecamatan ini merupakan produsen beras terbesar di Banyuasin," ujarnya.
Sebagai produsen beras terbesar seperti Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Viva Yoga menyebut di Banyuasin ada perubahan yang sangat besar dalam pembangunan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemerintah daerah, aparat, hingga para petani.
“Dengan kerja keras, konsolidasi, dan kekompakan Bapak Bupati dan Aparat lainnya menjadikan Banyuasin sebagai produsen beras dan lumbung pangan nasional nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Prestasi ini menurut Viva Yoga perlu dipertahankan. “Untuk mempertahankan sebagai lumbung pangan nasional maka hari ini Saya datang ke sini”, ujar mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.
Menjadikan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan atau sentra tanaman pangan menurutnya merupakan amanat dari Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita.
Wamentrans menilai membangun kawasan transmigrasi seperti Telang perlu kerja keras, kesabaran, dan ketelatenan. Transmigran yang datang dari luar, awalnya menempati kawasan hutan yang tak berpenghuni, sunyi, sepi, dan jauh dari keramaian kota.
"Untuk mencapai tujuan lokasi penempatan pun mereka harus melalui Sungai Musi sebagai salah satu sungai terbesar di Indonesia. Mereka gigih menanam padi yang lahannya awalnya berupa rawa," ujarnya.
Kegigihan dalam menjalani perjalanan hidup sebagai transmigran mampu mengubah nasib hidup mereka. Dengan reforma agraria yang memberikan tanah seluas satu hingga dua Ha, mereka menjadikan lahan sebagai sumber kehidupan yang mensejahterakan. “Di Telang Saya yakin pasti ada perubahan pendapatan menjadi lebih baik,” ujar pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu.
Dalam kunjungan itu, Viva Yoga turut menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta. Bantuan itu ditujukan untuk pengembangan kelembagaan koperasi desa produsen transmigrasi. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Kawasan Transmigrasi Lumbung Pangan Nasional Kabupaten Banyuasin






















