Sabtu, 24/01/2026 04:00 WIB

Jangan Panik! Hal-Hal yang Harus Dilakukan saat Tersesat di Gunung





Kasus pendaki tersesat di gunung masih kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Ilustrasi - memotret peta di gunung tempat kita naik menjadi salah satu cara agar tidak tersesat (Foto: Vaza/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kasus pendaki tersesat di gunung masih kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Medan yang berat, cuaca yang cepat berubah, hingga kurangnya persiapan sering menjadi faktor utama seseorang kehilangan arah saat melakukan pendakian.

Kondisi tersesat di gunung bukan hanya menguras fisik, tetapi juga menguji ketenangan mental. Kepanikan justru dapat memperburuk situasi dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika pendaki berada jauh dari jalur resmi.

Mengetahui langkah-langkah yang tepat saat tersesat sangat penting bagi setiap pendaki. Tindakan yang benar dapat meningkatkan peluang ditemukan tim penyelamat dan menjaga keselamatan hingga bantuan datang.

1. Tetap Tenang dan Hentikan Perjalanan

Langkah pertama yang harus dilakukan saat menyadari tersesat adalah berhenti berjalan dan menenangkan diri. Bergerak tanpa arah yang jelas justru dapat membuat posisi semakin jauh dari jalur pendakian.

Tarik napas dalam-dalam dan evaluasi kondisi sekitar sebelum mengambil keputusan berikutnya.

2. Lakukan Metode STOP (Stop, Think, Observe, Plan)

Pendaki dianjurkan menerapkan metode STOP, yakni berhenti sejenak, berpikir jernih, mengamati lingkungan, dan menyusun rencana. Metode ini membantu pendaki mengendalikan situasi dan menghindari tindakan impulsif.

Dengan perencanaan yang matang, peluang bertahan dan ditemukan akan jauh lebih besar.

3. Jangan Memaksakan Diri Turun Sendiri

Jika tidak yakin dengan arah yang benar, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk turun. Banyak kasus kecelakaan terjadi karena pendaki mencoba mencari jalan pintas yang berbahaya.

Lebih aman bertahan di satu lokasi yang relatif terbuka dan mudah dikenali.

4. Manfaatkan Peralatan yang Ada

Gunakan perlengkapan seperti ponsel, kompas, peta, atau GPS jika tersedia. Hemat baterai ponsel dan gunakan hanya untuk komunikasi penting.

Jika sinyal memungkinkan, segera hubungi pihak pengelola gunung, teman, atau tim SAR untuk melaporkan posisi terakhir.

5. Buat Tanda dan Sinyal Darurat

Buat tanda-tanda visual seperti tumpukan batu, ranting berbentuk panah, atau kain berwarna mencolok. Tanda ini dapat membantu tim penyelamat menemukan lokasi Anda.

Peluit juga sangat efektif untuk memberikan sinyal suara tanpa menguras tenaga.

6. Cari Tempat Aman untuk Bertahan

Cari lokasi yang aman dari longsor, angin kencang, dan aliran air. Jika malam tiba, fokuslah untuk bertahan hidup dengan menjaga suhu tubuh tetap hangat.

Gunakan jas hujan, jaket, atau bivak untuk melindungi diri dari hipotermia.

7. Jaga Asupan dan Energi Tubuh

Hemat makanan dan air yang tersisa. Konsumsi secukupnya untuk menjaga stamina, bukan untuk mengenyangkan diri.

Jika memungkinkan, cari sumber air yang mengalir dan aman untuk diminum setelah disaring atau direbus.

8. Tetap Berdoa dan Berpikir Positif

Selain upaya fisik, kekuatan mental dan spiritual juga sangat penting. Berdoa dan berpikir positif dapat membantu menjaga ketenangan serta harapan selama menunggu pertolongan.

Banyak pendaki berhasil selamat karena mampu mengendalikan emosi dan tetap fokus bertahan.

KEYWORD :

Pendaki tersesat mendaki gunung tips tersesat di gunung




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :