Jum'at, 23/01/2026 18:18 WIB

Asal Usul Nama Gunung Ciremai di Jawa Barat





Gunung Ciremai merupakan salah satu gunung api strato soliter yang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Barat

Gunung Ciremai (Foto: TN Gunung Ciremai)

Jakarta, Jurnas.com - Gunung Ciremai merupakan salah satu gunung api strato soliter yang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Barat. Dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, Gunung Ciremai menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat dan tampil mencolok karena berdiri terpisah dari rangkaian pegunungan lain di Pulau Jawa.

Secara fisik, Gunung Ciremai berbentuk kerucut besar dengan sistem kawah ganda yang mencerminkan sejarah panjang aktivitas vulkaniknya. Gunung ini terbentuk dari proses vulkanisme Kuarter dan tercatat mengalami sejumlah letusan sejak akhir abad ke-17, yang membentuk karakter geologi dan bentang alamnya hingga seperti yang terlihat saat ini.

Secara geografis, kawasan Gunung Ciremai berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon, dan kini dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) seluas 14.841,30 hektare. Penetapan taman nasional pada 2004 menegaskan peran Ciremai sebagai sistem penyangga kehidupan, terutama sebagai daerah resapan dan sumber air bagi wilayah sekitarnya.

Popularitas Gunung Ciremai tidak hanya ditopang oleh statusnya sebagai kawasan taman nasional dan sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, serta keindahan alam dan jalur pendakiannya, tetapi juga pada posisinya yang menonjol dalam lanskap alam, sejarah, dan budaya wilayah sekitarnya.

Di balik ketenarannya, asal-usul nama “Gunung Ciremai” turut menyimpan beragam penafsiran. Lantas, mengapa dinamakan Gunung Ciremai? Bagaimana asal usul penamaannya? Berikut adalah ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Nama Gunung Ciremai sering dikaitkan dengan nama Gunung Gede. Penamaan versi ini merujuk pada ukuran dan ketinggiannya yang menonjol dibanding wilayah sekitarnya.

Nama Gunung Gede kemudian terkait erat dengan peristiwa di Desa Linggarjati, Kabupaten Kuningan. Dalam cerita lisan, para wali, termasuk Sunan Gunung Jati, disebut pernah melakukan musyawarah dan perenungan alam di kawasan gunung ini sebagai bagian dari perjalanan dakwah.

Usai musyawarah tersebut, Gunung Gede perlahan dikenal sebagai Gunung Cereme, yang oleh sebagian penutur dihubungkan dengan istilah mangcereman atau bermusyawarah. Pada masa kolonial Belanda, penyebutan Cereme kemudian dipopulerkan menjadi Gunung Ciremai, nama yang bertahan hingga kini.

Versi lain menyebutkan bahwa nama Ciremai berasal dari cereme atau ceremai (Phyllanthus acidus), tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasa masam yang dahulu banyak tumbuh di kaki gunung. Perubahan penyebutan menjadi Ciremai juga dipengaruhi kebiasaan penamaan wilayah di Tatar Sunda yang kerap menggunakan awalan “ci-”.

Beragam versi tersebut hidup berdampingan dan membentuk identitas Gunung Ciremai sebagai ruang pertemuan antara alam dan sejarah. Hal ini tercermin dari banyaknya nama tempat di kawasan gunung yang lahir dari peristiwa, pengalaman spiritual, dan perjalanan manusia dari masa ke masa.

Dalam sejarah modern, kawasan hutan Gunung Ciremai mengalami perubahan fungsi sejak era kolonial Belanda, dari hutan lindung, hutan produksi, hingga akhirnya ditetapkan sebagai taman nasional. Proses panjang ini menandai pergeseran cara pandang manusia terhadap gunung, dari eksploitasi menuju konservasi.

Kini, Gunung Ciremai dikenal sebagai gunung api strato aktif dengan sejarah erupsi panjang, kawah ganda, serta bentang alam yang kompleks. Kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi ratusan spesies flora dan fauna, termasuk macan tutul jawa, elang jawa, dan surili, yang menjadikannya salah satu kawasan konservasi strategis di Jawa Barat.

Dengan bentang alam vulkanik yang khas, kekayaan hayati yang tinggi, keindahan alam yang memukau, hingga cerita sejarah yang menyertainya, Gunung Ciremai bukan hanya puncak tertinggi di Jawa Barat, melainkan simbol hubungan panjang antara manusia, alam, dan sejarah yang terus hidup hingga kini. (*)

KEYWORD :

Gunung Ciremai Jawa Barat Gunung di Jabar TNGC Jabar




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :