Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Pemaparan visi dan misi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, belum menjawab persoalan stagnasi pertumbuhan ekonomi nasional yang selama lebih dari satu dekade hanya berada di kisaran 5 persen.
Demikian diutarakan Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).
Menurut dia, Solikin tidak menangkap arah kebijakan baru atau terobosan konkret yang mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.
"Saya tidak menemukan ruh dari apa sebenarnya yang ingin Pak Solikin lakukan," ungkapnya.
Marwan tak menampik kinerja Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makro relatif baik. Mulai dari inflasi, sistem pembayaran, hingga stabilitas sistem keuangan.
Pemerintah Diminta Fokus Jaga Perdamaian Gaza
"Yang menjadi kerisihan kita adalah kenapa ekonomi kita 12 tahun ini enggak tumbuh-tumbuh, gitu loh. Kisarannya kan pada angka 5 persen saja," tambah Marwan.
Dalam kesempatan itu, Marwan juga mempertanyakan efektivitas instrumen moneter Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke level lebih tinggi, sejalan dengan target pemerintah. Harapan Presiden terpilih Prabowo Subianto agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8 persen, atau setidaknya 6-7 persen, sebagai upaya keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah ikut disinggungnya.
Dia menilai, sejumlah konsep yang disampaikan Solikin tidaklah baru dan kemungkinan telah lama dibahas di internal Bank Indonesia.
Menanggapi itu, Solikin menegaskan bahwa kebijakan Bank Indonesia selama ini dijalankan sesuai mandat undang-undang, dengan berbagai inovasi yang menurutnya bersifat out of the box.
"Kebijakan Bank Indonesia selama ini ditetapkan sesuai mandat di dalam undang-undang Bapak, dan beberapa itu sudah dilakukan inovasi-inovasi yang menurut kami out of the box, Bapak," ujarnya.
Solikin melanjutkan, Bank Indonesia saat ini juga memikirkan strategi hilirisasi dengan fokus pada peningkatan intensitas kebijakan yang telah ada. Menurut Solikin, tantangan ke depan adalah keberanian menentukan skala dan kecepatan pelaksanaan kebijakan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro pertumbuhan ekonomi






















