Jum'at, 23/01/2026 15:58 WIB

Amerika Serikat Resmikan Dewan Perdamaian Global





Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (22/1) resmi meluncurkan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh pemerintahannya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

Washington, Jurtnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (22/1) resmi meluncurkan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh pemerintahannya.

Lembaga baru ini disebut akan berkolaborasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani berbagai krisis internasional, tidak terbatas pada konflik di Jalur Gaza.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump saat menjamu hampir dua lusin pemimpin dunia di sela Forum Ekonomi Dunia, bersamaan dengan prosesi penandatanganan dokumen pendirian Dewan Perdamaian.

“Kami berkomitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah. Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai,” kata Trump dikutip dari Antara.

Menurut Trump, ruang lingkup kerja dewan tersebut tidak bersifat statis dan dapat berkembang seiring capaian yang diraih dalam penanganan Gaza.

“Saya pikir kita dapat memperluasnya ke hal-hal lain seiring keberhasilan kita di Gaza,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Dewan Perdamaian akan menjalin kerja sama erat dengan PBB setelah struktur organisasi itu terbentuk secara penuh.

“Setelah dewan ini sepenuhnya terbentuk, kita dapat melakukan hampir semua yang ingin kita lakukan, dan kita akan melakukannya bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari sejumlah negara turut menandatangani dokumen pendirian Dewan Perdamaian. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait mandat resmi maupun piagam organisasi tersebut.

Selama ini, pertanyaan mengenai batas kewenangan Dewan Perdamaian memang kerap muncul. Pernyataan Trump kali ini memperkuat sinyal bahwa lembaga itu akan berperan dalam isu-isu global yang lebih luas, sejalan dengan kritiknya terhadap PBB yang dinilai belum memaksimalkan kapasitasnya.

"Ada potensi luar biasa dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saya pikir kombinasi Dewan Perdamaian dengan orang-orang seperti yang kita miliki di sini, ditambah dengan PBB, dapat menjadi sesuatu yang sangat, sangat unik bagi dunia,” tutur Trump.

KEYWORD :

Amerika Serikat Donald Trump Dewan Perdamaian Jalur Gaza Forum Ekonomi Dunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :