Jum'at, 23/01/2026 16:02 WIB

Alasan Hujan Disebut Rahmat dalam Islam





Al-Qur’an berulang kali menegaskan bahwa air hujan menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanaman, dan menjadi sebab keberlangsungan makhluk hidup

Ilustrasi - Alasan hujan disebut rahmat dalam pandangan Islam (Foto: Pexels/Christiano Sinisterra)

Jakarta, Jurnas.com - Hujan merupakan peristiwa alam yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Dalam Islam, hujan tidak dipandang sekadar proses meteorologis, melainkan bagian dari rahmat Allah SWT yang membawa kehidupan, keberkahan, dan pelajaran bagi umat manusia.

Sebutan hujan sebagai rahmat bukan tanpa dasar, melainkan memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama.

Salah satu alasan utama hujan disebut rahmat karena hujan menjadi sumber kehidupan. Al-Qur’an berulang kali menegaskan bahwa air hujan menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanaman, dan menjadi sebab keberlangsungan makhluk hidup. Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9)

Alasan lain hujan disebut rahmat adalah karena kehadirannya tidak dapat dikendalikan manusia. Meskipun ilmu pengetahuan mampu memprediksi hujan, manusia tidak memiliki kuasa untuk menciptakannya.

Ketergantungan total manusia kepada hujan menumbuhkan kesadaran akan kelemahan diri dan kebesaran Allah SWT. Dalam konteks ini, hujan menjadi sarana pendidikan spiritual agar manusia tidak sombong dan selalu bersyukur.

Hujan juga disebut rahmat karena menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan ketika hujan turun termasuk doa yang berpeluang besar dikabulkan.

Hal ini menunjukkan bahwa momen hujan adalah saat turunnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir.

Selain itu, hujan dipandang sebagai rahmat karena membersihkan dan menyucikan. Air hujan digunakan untuk bersuci, membersihkan najis, dan menjadi bagian dari thaharah dalam Islam.

Bahkan dalam makna simbolik, hujan mengajarkan bahwa rahmat Allah mampu membersihkan dosa dan kesalahan, sebagaimana hujan membersihkan debu dan kotoran di bumi.

Islam juga mengajarkan keseimbangan dalam memaknai hujan. Ketika hujan membawa manfaat, ia disebut rahmat. Namun, ketika hujan berlebihan hingga menimbulkan bencana, Islam mengajarkan agar manusia bermuhasabah, bukan menyalahkan hujan itu sendiri.

Rasulullah SAW bahkan melarang mencela hujan, karena hujan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa hujan turun sebagai bagian dari kasih sayang Allah, dan seorang mukmin diperintahkan untuk menyikapinya dengan rasa syukur, bukan keluhan.

Hujan disebut rahmat dalam Islam karena darinya lahir kehidupan, rezeki, kesucian, dan kesadaran spiritual. Ia mengingatkan manusia bahwa segala yang ada di bumi berjalan atas kehendak Allah SWT.a

KEYWORD :

Hujan Rahmat Hujan Islam Ayat Hujan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :