Jum'at, 23/01/2026 11:16 WIB

Rahasia Retina Burung Berfungsi Tanpa Asupan Oksigen Akhirnya Terungkap





Bagaimana retina burung tetap berfungsi tanpa pasokan oksigen, padahal jaringan ini sangat membutuhkan energi?

Barry Si Burung Hantu (Foto: Twitter Bird Central Park)

Jakarta, Jurnas.com - Mata burung telah lama memicu kekaguman para ilmuwan. Salah satu misterinya ialah bagaimana retina burung tetap berfungsi tanpa pasokan oksigen, padahal jaringan ini sangat membutuhkan energi.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature akhirnya menjawab teka-teki ini. Temuan ini juga mengubah pemahaman lebih dari 300 tahun tentang struktur mata burung dan berpotensi memberi inspirasi pada riset penyakit manusia seperti stroke.

Retina burung berbeda dari manusia dan hewan lain karena tidak memiliki pembuluh darah di dalam jaringan retinal. Selama ini, ilmuwan percaya ketiadaan pembuluh darah menjaga jalur cahaya tetap jernih, tapi tetap ada pertanyaan besar: bagaimana jaringan seenergi-intensif ini bisa bertahan?

Sejak abad ke-17, ilmuwan mengira struktur bernama pecten oculi, organ berbentuk sisir yang kaya pembuluh darah, mengirim oksigen ke retina. Namun bukti nyata sulit didapat karena mengukur oksigen dalam mata burung hidup tanpa mengganggu kondisi tubuh normal sangat teknis dan rumit.

Akhirnya, tim peneliti dari Universitas Aarhus, Denmark, berhasil melakukannya. Hasilnya, setengah retina burung tidak menerima oksigen sama sekali. Lapisan dalam hidup dalam kondisi kekurangan oksigen permanen.

Untuk memahami mekanisme ini, para peneliti menggunakan spatial transcriptomics, memetakan 5.000–10.000 gen sekaligus di seluruh retina. Hasilnya menunjukkan tingginya aktivitas gen yang terkait dengan glikolisis anaerob, yaitu proses menghasilkan energi dari gula tanpa oksigen.

Lantas, bagaimana jaringan yang sangat membutuhkan energi bisa bertahan dari metabolisme yang relatif rendah ini? Jawabannya muncul dari pengamatan lebih lanjut menggunakan gula berlabel khusus.

Retina burung menyerap glukosa dalam jumlah sangat tinggi, lebih banyak dibandingkan otak. Pecten oculi ternyata berfungsi sebagai sistem pengantar bahan bakar dan pembuang limbah, bukan penyedia oksigen.

Penemuan ini mengubah paradigma bahwa pecten mengirim gula ke retina dan mengangkut limbah laktat kembali ke darah, memungkinkan jaringan bertahan tanpa asupan oksigen. Evolusi menunjukkan adaptasi ini muncul sejak dinosaurus yang menjadi nenek moyang burung modern, mungkin untuk meningkatkan ketajaman visual dengan mengurangi hamburan cahaya.

Selain menambah wawasan dasar biologi, temuan ini memiliki implikasi medis. Pada manusia, jaringan mati saat pasokan oksigen terganggu, seperti pada stroke. Retina burung menunjukkan solusi evolusi untuk bertahan tanpa oksigen, yang bisa menginspirasi cara baru memahami dan menangani kegagalan jaringan akibat kekurangan oksigen.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature ini, menandai terobosan dalam memahami adaptasi fisiologis yang unik dan membuka jalan bagi inovasi medis di masa depan. (*)

Sumber: Earth

 
KEYWORD :

Retina Burung Pasokan Oksigen Mata Burung Pecten Oculi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :