Jum'at, 23/01/2026 02:29 WIB

5 Cara Jaga Hubungan Silaturahmi dengan Keluarga Menurut Islam





Berikut lima cara memperbaiki hubungan silaturahmi yang renggang menurut ajaran Islam.

Ilustrasi - cara yang diajarkan Islam untuk memperbaiki hubungan yang reggang (Foto: Islam Ramah)

Jakarta, Jurnas.com - Menjaga silaturahmi merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang berkaitan langsung dengan akhlak, keimanan, dan keberkahan hidup.

Namun dalam realitas kehidupan, hubungan antar keluarga, kerabat, atau sesama Muslim tidak jarang mengalami kerenggangan akibat kesalahpahaman, konflik, atau perbedaan pandangan.

Islam memandang rusaknya silaturahmi sebagai persoalan serius, tetapi pada saat yang sama memberikan banyak jalan untuk memperbaikinya. Al-Qur`an dan hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa upaya menyambung kembali hubungan yang terputus memiliki nilai ibadah yang besar.

Berikut lima cara memperbaiki hubungan silaturahmi yang renggang menurut ajaran Islam.

1. Memulai dengan Niat Ikhlas karena Allah SWT

Langkah pertama dalam memperbaiki silaturahmi adalah meluruskan niat. Islam mengajarkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Memperbaiki hubungan tidak boleh didorong oleh gengsi, tekanan sosial, atau kepentingan duniawi, melainkan semata-mata karena Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya:

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan niat yang ikhlas, langkah memperbaiki silaturahmi akan terasa lebih ringan meskipun harus memulai dari posisi yang sulit.

2. Memaafkan sebelum Meminta Dimaafkan

Islam mendorong umatnya untuk memiliki kelapangan hati dalam memaafkan kesalahan orang lain. Bahkan, memaafkan dianjurkan dilakukan meski pihak lain belum tentu menyadari atau mengakui kesalahannya.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

Artinya:

“Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya ada di sisi Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

Sikap memaafkan menjadi pintu utama yang membuka kembali hubungan yang renggang dan memutus rantai permusuhan.

3. Menyambung Silaturahmi Meski Pernah Disakiti

Islam menekankan bahwa hakikat silaturahmi bukan sekadar membalas kebaikan dengan kebaikan, melainkan tetap menyambung hubungan meski pernah disakiti atau diabaikan.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Artinya:

“Bukanlah orang yang menyambung silaturahmi itu yang membalas kebaikan, tetapi orang yang menyambung silaturahmi adalah yang tetap menyambungnya ketika hubungan itu diputus.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa inisiatif memperbaiki hubungan merupakan bentuk keutamaan akhlak dalam Islam.

4. Menjaga Lisan dan Komunikasi yang Baik

Banyak kerenggangan silaturahmi bermula dari ucapan yang menyakiti. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan dan berbicara dengan cara yang baik, lembut, serta penuh hikmah.

Allah SWT berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

Artinya:

“Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Dalam konteks memperbaiki hubungan, komunikasi yang santun dan jujur dapat menjadi sarana efektif untuk meluruskan kesalahpahaman dan membangun kembali kepercayaan.

5. Mendoakan Kebaikan bagi yang Pernah Berselisih

Islam mengajarkan bahwa doa memiliki kekuatan besar dalam melembutkan hati. Mendoakan orang yang pernah berselisih bukan hanya mendatangkan kebaikan bagi mereka, tetapi juga membersihkan hati dari rasa dendam.

Allah SWT berfirman:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya:

“Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik.” (QS. Fussilat: 34)

Doa yang tulus dapat menjadi awal perubahan sikap dan membuka jalan rekonsiliasi tanpa harus selalu dimulai dengan pertemuan langsung.

Menjaga dan memperbaiki silaturahmi merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan umat dan ketenangan jiwa. Islam tidak hanya mengajarkan pentingnya hubungan yang harmonis, tetapi juga memberikan panduan praktis untuk memulihkannya ketika hubungan tersebut terganggu.

Dengan niat yang ikhlas, sikap memaafkan, komunikasi yang baik, serta doa yang tulus, silaturahmi yang renggang dapat kembali terjalin, membawa keberkahan hidup dan ketenangan hati bagi semua pihak.

KEYWORD :

Info Keislaman Memperbaiki Hubungan Silaturahmi Renggang Rasulullah SAW




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :