Kamis, 22/01/2026 13:06 WIB

Rupiah Menguat Usai BI Pertahankan Suku Bunga





Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi di Jakarta.

Ilustrasi - mata uang Rupiah Indonesia dan Dolar Amerika Serikat (Foto: Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi di Jakarta. Mata uang Garuda naik 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.929 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.936 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai penguatan rupiah masih dipengaruhi sentimen positif dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp16.900-Rp16.950. Dari domestik masih terkait euforia kebijakan bunga BI yang tidak berubah dan arah kebijakan BI yang jelas untuk menjaga volatilitas rupiah," kata Rully di Jakarta, pada Kamis (22/1).

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026 yang berlangsung pada Selasa dan Rabu. BI memutuskan untuk menahan BI-Rate di level 4,75 persen.

Selain itu, suku bunga deposit facility tetap berada di level 3,75 persen, sementara suku bunga lending facility juga dipertahankan pada level 5,5 persen.

Bank sentral menegaskan kebijakan tersebut sejalan dengan fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, BI menyatakan akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah dijalankan.

BI juga tetap membuka ruang penurunan suku bunga lanjutan, dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi 2026–2027 yang tetap terjaga dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

"Dengan menahan bunga, maka BI telah meredakan ekspektasi negatif melalui sinyal kehati-hatian yaitu tidak tergesa-gesa menaikkan bunga, sehingga daya tarik aset domestik dapat tetap terjaga," ujar Rully.

Dari sisi eksternal, sentimen global turut membaik setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintah Denmark terkait isu Greenland.

Trump disebut telah mencabut ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa, seiring kabar tercapainya “kerangka kesepakatan” antara Amerika Serikat dan Greenland. Ia juga menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam upaya mengambil alih wilayah tersebut.

Sebelumnya, pernyataan keras Trump mengenai Greenland, termasuk ancaman tarif bertahap 10–25 persen terhadap delapan negara NATO serta tarif 200 persen untuk anggur Prancis, sempat memicu lonjakan volatilitas di pasar global. (Ant)

KEYWORD :

nilai rupiah Bank Indonesia rupiah hari ini Donald Trump Isu Greenland




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :