Burung hantu berjenis tyoto alba yang mati ditembak di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT (Foto: Tangkapan Layar)
Jakarta, Jurnas.com - Sebuah video yang memperlihatkan penembakan seekor burung hantu jenis Tyto alba menjadi viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Berdasarkan video yang beredar, seekor burung hantu terikat kedua sayapnya sebelum kemudian ditembak menggunakan senapan angin hingga tewas. Video ini kemudian diunggah ke media sosial hingga menimbulkan gelombang reaksi dari warganet dan pecinta satwa.
Diketahui peristiwa tersebut terjadi di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT, pada (14/1/2026) malam. Yang bersangkutan berdalih menembak burung hantu karena merasa terganggu.
Tyto alba dan Perannya di Alam
Burung hantu Tyto alba merupakan salah satu jenis burung hantu yang paling dikenal dan mudah dijumpai di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Spesies ini kerap disebut Serak Jawa atau dikenal secara internasional sebagai Barn Owl. Keberadaannya sering terlihat di area persawahan, perkebunan, hingga sekitar permukiman yang berdekatan dengan lahan pertanian.
Secara fisik, Tyto alba memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Wajahnya berbentuk seperti jantung atau hati, dengan bulu berwarna putih pucat di bagian wajah dan dada, serta kombinasi cokelat keemasan hingga abu-abu di bagian punggung dan sayap. Mata burung ini berwarna hitam pekat, berbeda dengan sebagian jenis burung hantu lain yang bermata kuning atau jingga.
Burung hantu Tyto alba termasuk satwa nokturnal, yaitu aktif pada malam hari. Pada siang hari, burung ini biasanya bersembunyi atau beristirahat di tempat gelap dan sepi, seperti loteng bangunan, lubang pohon, atau bangunan kosong. Aktivitas berburu baru dimulai saat senja hingga dini hari.
Salah satu keunggulan utama Tyto alba adalah kemampuan berburu yang sangat efisien. Burung ini mengandalkan pendengaran yang sangat tajam untuk mendeteksi pergerakan mangsa, bahkan dalam kondisi gelap total.
Struktur telinganya yang asimetris memungkinkan burung hantu ini menentukan posisi mangsa dengan akurat hanya dari suara kecil, seperti langkah tikus di rerumputan.
Mangsa utama Tyto alba adalah hewan pengerat, terutama tikus. Karena itulah burung hantu ini memiliki peran ekologis yang sangat penting sebagai pengendali hama alami.
Dalam satu malam, seekor Tyto alba dewasa dapat memangsa beberapa ekor tikus. Peran ini membantu petani mengurangi kerugian akibat serangan hama tanpa harus bergantung pada racun kimia.
Dari sisi perilaku, Tyto alba dikenal memiliki suara khas berupa jeritan melengking yang sering terdengar pada malam hari. Suara ini kerap disalahartikan dan dikaitkan dengan berbagai mitos di masyarakat.
Padahal, secara ilmiah, suara tersebut merupakan bentuk komunikasi alami antarburung hantu, baik untuk menandai wilayah maupun berinteraksi dengan pasangannya.
Burung hantu Tyto alba tersebar luas di hampir seluruh dunia, kecuali wilayah kutub dan beberapa daerah ekstrem. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuat spesies ini mampu hidup di berbagai lingkungan, mulai dari pedesaan hingga area semi-perkotaan, selama tersedia cukup mangsa dan tempat bertengger.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Burung Hantu Tyoto Alba Penembakan Burung Hantu






















