Ilustrasi - beberapa amalan sunnah yang dilakukan pada malam Nisfu Syaban (Foto: khats cassim)
Jakarta, Jurnas.com - Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Malam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban ini kerap dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam berbagai riwayat dan tradisi keislaman, Malam Nisfu Syaban dimaknai sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang bernilai ibadah.
Meski terdapat perbedaan pandangan ulama terkait kekhususan malam ini, banyak ulama sepakat bahwa memperbanyak ibadah secara umum tetap dianjurkan.
Kapan Batas Akhir Qadha Puasa Ramadan?
Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah memperbanyak doa dan istighfar. Malam Nisfu Syaban dipandang sebagai momentum untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, sekaligus meminta kebaikan dan keberkahan hidup di masa mendatang. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dengan penuh keikhlasan dan kesadaran diri.
Selain itu, melaksanakan salat sunnah juga menjadi amalan yang banyak dikerjakan. Salat sunnah dapat dilakukan secara individual di rumah, tanpa tata cara khusus, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual dan melatih kekhusyukan.
Amalan lain yang dianjurkan adalah membaca Al-Qur’an. Membaca, merenungi, dan mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur’an pada malam Nisfu Syaban menjadi bentuk ibadah yang bernilai tinggi. Banyak umat Muslim memanfaatkan malam ini untuk memperbanyak tilawah sebagai latihan konsistensi ibadah menjelang Ramadan.
Tak kalah penting, memperbanyak zikir dan shalawat juga dianjurkan. Zikir menjadi cara mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan, sementara shalawat merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua amalan ini dapat dilakukan kapan saja dan memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Selain ibadah ritual, Malam Nisfu Syaban juga dimaknai sebagai waktu muhasabah atau introspeksi diri. Umat Muslim diajak untuk menilai kembali perjalanan hidupnya, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebagian umat Muslim juga mengiringi malam Nisfu Syaban dengan puasa sunnah pada siang harinya, yakni pada tanggal 15 Syaban. Puasa ini dipandang sebagai pelengkap ibadah malam dan bentuk kesiapan fisik serta mental dalam menyambut Ramadan.
Meskipun demikian, para ulama mengingatkan agar amalan pada Malam Nisfu Syaban dilakukan secara wajar, tidak berlebihan, dan tetap berlandaskan pada niat yang ikhlas. Memperbanyak ibadah pada malam tersebut sejatinya merupakan bagian dari upaya menjaga kontinuitas amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan Malam Nisfu Syaban sebagai momentum memperbaiki diri, umat Muslim diharapkan dapat menyambut bulan Ramadan dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih lurus, dan semangat ibadah yang lebih kuat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Malam Nisfu Syaban Amalan Sunnah Bulan Syaban

















