Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Labib. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib meminta Perum Bulog menyiapkan sistem ketahanan pangan untuk wilayah `langganan` bencana seperti banjir. Kebutuhan pangan warga harus dipastikan aman selama bencana melanda wilayah tersebut.
Ini diingatkan Labib dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama jajaran Perum Bolog. Awalnya, dia mengungkap keluhan konstituennya di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), perihal kesediaan pangan yang minim selama banjir.
Labib mengatakan, bila banjir di Lamongan menjadi bencana rutin atau kerap terjadi setiap tahunnya. Bahkan, kata dia, terdapat lima kecamatan yang mengalami banjir minimal tiga kali setiap tahunnya.
Akibat banjir itu juga, petani-petani di wilayah tersebut bisa dipastikan mengalami gagal panen. Lebih menyedihkannya, warga pun kesulitan memenuhi kebutuhan karena tidak adanya ketersediaan pangan.
"Nah, itu minta tolong betul-betul diperhatikan bagaimana Bulog membuat satu sistem ketahanan pangan di daerah-daerah yang terdampak banjir begini," kata Labib dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
Politikus Golkar ini berharap Perum Bulog punya formulasi yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan warga di daerah-daerah rawan bencana, khususnya Lamongan.
"Dengan kesediaan pangan pokok yang murah, yang terjangkau. Kalau perlu ekosistem ekonominya, dijalankan ekosistem alternatifnya," ucap Labib.
Tak hanya itu, Labib bahkan mendorong agar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ikut terlibat memulihkan ekonomi warga selama bencana melanda wilayah-wilayah di Tanah Air.
"Mungkin UMKM-nya, home industry di sana bisa dihidupkan. Sehingga tiga bulan mereka mengalami banjir dan tidak bisa beraktivitas tapi masih ada aktivitas ekonomi yang berjalan," kata Labib.
"Itu yang kita harapkan betul di koperasi ini. Jadi koperasi nanti selain sebagai penyalur produk-produk pangan, produk pemerintah ke masyarakat, itu juga menjadi penghubung buat usaha-usaha kelompok masyarakat di bawah," timpalnya.
Di samping dari itu, Wakil Rakyat dari Dapil Jatim X ini juga berharap pemerintah menyiapkan satu rekayasa pembangunan yang konkret untuk membenahi Lamongan. Bagi dia, air yang menggenangi wilayah Lamongan bukan lagi banjir biasa melainkan `genangan` yang rutin terjasi setiap tahunnya.
"Memang harus ada satu rekayasa pembangunan yang lebih komprehensif di bidang infrastruktur untuk menangani banjir tersebut. Tapi di luar itu, aspek-aspek ketahanan pangan yang perlu dipikirkan," tandasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi VI Ahmad Labib Perum Bulog ketahanan pangan wilayah bencana
















