Rabu, 21/01/2026 15:15 WIB

Tolak Tarif AS, PM Inggris: Perang Dagang yang Merugikan Semua Pihak





PM Inggris, Keir Starmer menilai rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif terhadap Inggris dan sejumlah negara Eropa bukanlah langkah yang tepat

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (Foto: Anadolu)

London, Jurnas.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menilai rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif terhadap Inggris dan sejumlah negara Eropa bukanlah langkah yang tepat dalam menyelesaikan perbedaan di antara sekutu.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan ekonomi tidak seharusnya digunakan untuk membenarkan isu keamanan yang berkaitan dengan Greenland.

Pernyataan tersebut disampaikan Starmer pada Senin, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana menerapkan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap Inggris, Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia.

Tarif itu disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni mendatang. Ancaman tarif tersebut dikaitkan dengan penolakan negara-negara Eropa terhadap rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland dan mengirimkan pasukan ke wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.

Sikap Washington itu sebelumnya telah menuai kecaman dari berbagai negara Eropa yang menegaskan kembali komitmen mereka terhadap stabilitas dan keamanan kawasan Arktik.

Dalam konferensi pers mendesak di Downing Street, Starmer menegaskan Inggris tidak akan merespons ancaman tersebut dengan kebijakan tarif balasan.

“Perang dagang tidak menguntungkan siapa pun dan tugas saya selalu bertindak demi kepentingan nasional Inggris,” ujar Starmer dikutip dari Anadolu pada Rabu (21/1).

Ia menilai isu Greenland memiliki dimensi strategis jangka panjang, terutama di tengah perubahan iklim yang memengaruhi kawasan Arktik, terbukanya jalur pelayaran baru, serta meningkatnya persaingan geopolitik global.

“Wilayah Utara akan membutuhkan perhatian yang lebih besar, investasi yang lebih besar, dan pertahanan kolektif yang lebih kuat. Amerika Serikat akan menjadi bagian sentral dari upaya itu, dan Inggris siap berkontribusi penuh bersama sekutu-sekutu kami melalui NATO,” kata Starmer.

Meski mengkritik pendekatan tarif, Starmer menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan Inggris dan Amerika Serikat tetap solid dan produktif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masa depan Greenland sepenuhnya merupakan hak rakyat Greenland dan Kerajaan Denmark untuk menentukannya.

Starmer juga mengakui situasi global dalam beberapa pekan terakhir menjadi semakin tidak stabil. Namun demikian, ia tidak meyakini bahwa Presiden Trump benar-benar mempertimbangkan opsi militer di kawasan Arktik.

“Saya pikir ini dapat dan seharusnya diselesaikan melalui diskusi yang tenang,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan penolakannya terhadap kebijakan tarif balasan, yang menurutnya justru akan menjadi langkah keliru. Starmer menekankan pentingnya mempertahankan hubungan erat dengan Amerika Serikat, khususnya dalam bidang pertahanan, keamanan, intelijen, dan kemampuan nuklir.

Menurutnya, efektivitas sistem penangkal nuklir Inggris sangat bergantung pada kemitraan strategis dengan Amerika Serikat, yang ia sebut sebagai salah satu kepentingan nasional paling vital bagi keamanan Inggris.

KEYWORD :

Amerika Serikat Uni Eropa Donald Trump Isu Greenland kenaikan tarif




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :