Rabu, 21/01/2026 14:54 WIB

Basarnas Masih Berjibaku Cari Korban Jatuhnya Pesawat ATR di Bulusaraung





Kami masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan (pencarian) sisa korban yang belum ditemukan

Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tim SAR gabungan, masih berjibaku mencari delapan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah berhasil mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan.

"Kami masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan (pencarian) sisa korban yang belum ditemukan," kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (20/1) malam seperti dikutip Antara.

Dia menyampaikan bahwa kondisi cuaca kadang menghambat upaya pencarian, karenanya tim menjalankan operasi modifikasi cuaca guna memudahkan pencarian.

Tim pencari dan penyelamat sudah menemukan dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung.

Satu jenazah korban kecelakaan pesawat sudah dibawa ke Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Rumah Sakit Bayangkara Makassar pada Selasa (20/1).

Diketahui, Kepolisian sudah mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data guna mengidentifikasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat yang sudah ditemukan dan dievakuasi dari Bulusaraung.

Hingga Rabu (21/1) siang, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Tim gabungan difokuskan menyisir area pegunungan Bulusaraung untuk menemukan korban dan melakukan evakuasi.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di daerah perbatasan Kabupaten Maros dengan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sebelum mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1).

Pesawat tersebut ditumpangi oleh 10 orang, yang terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Ketiga penumpang pesawat itu diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Sementara awak pesawat terdiri atas pilot Andi Dahananto dan kopilot Muhammad Farhan Gunawan; anggota kru Hariadi, Restu Adi, dan Dwi Murdiono; serta pramugari Florencia Lolita dan Esther Aprilita. (Ant)

KEYWORD :

Tim SAR Gabungan Pesawat ATR 42-500 Gunung Bulusaraung Pencarian Basarnas




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :