Rabu, 21/01/2026 13:06 WIB

Ketika Amal Diangkat, Memaknai Keistimewaan Bulan Sya`ban





Bulan Sya`ban memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan praktik ibadahnya

Ilustrasi - Seorang Muslim tengan memanjatkan doa malam Nisfu Syaban (Foto: Pexels/Alena Darmel)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Sya’ban menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah. Bulan ini berada di antara Rajab dan Ramadan, dua bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam.

Bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan praktik ibadah beliau.

Para ulama menjelaskan bahwa Sya’ban merupakan bulan persiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan. Di bulan inilah Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dan menekankan pentingnya meningkatkan kualitas amal.

Salah satu keistimewaan utama bulan Sya’ban adalah Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah daripada di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keistimewaan lain dari bulan Sya’ban adalah diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Sya’ban merupakan bulan yang sering dilalaikan, padahal di bulan inilah amal manusia diperiksa. Dalam hadis Usamah bin Zaid RA, Nabi SAW bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Bulan Sya’ban juga dikenal dengan malam Nisfu Sya’ban, yakni malam pertengahan bulan yang oleh sebagian ulama dipandang memiliki keutamaan tersendiri.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT melimpahkan ampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali bagi orang-orang yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan.

Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai kualitas hadis-hadisnya, mayoritas sepakat bahwa memperbanyak doa dan istighfar pada malam tersebut merupakan amalan yang baik selama tidak diyakini sebagai ibadah wajib atau disertai praktik yang tidak berdasar.

Selain itu, Sya’ban menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan sosial dan spiritual. Banyak ulama menganjurkan agar umat Islam membersihkan hati dari dendam, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki niat sebelum memasuki Ramadan. Dengan hati yang bersih, ibadah di bulan puasa diharapkan menjadi lebih khusyuk dan bermakna.

Keistimewaan bulan Sya’ban juga terletak pada fungsinya sebagai jembatan menuju Ramadan. Amal-amal sunnah yang dilakukan di bulan ini, seperti puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa, menjadi bekal penting agar ibadah Ramadan tidak terasa berat dan dapat dijalani dengan optimal.

KEYWORD :

Bulan Syaban Ibadah Sunnah Keistimewaan Syaban




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :