Ilustrasi - mandi besar (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Mandi besar atau mandi wajib merupakan salah satu bentuk bersuci yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam.
Ibadah ini wajib dilakukan oleh seorang Muslim ketika berada dalam kondisi hadas besar, seperti setelah junub, haid, nifas, atau sebab lain yang mewajibkan mandi wajib. Tanpa mandi besar, sejumlah ibadah seperti salat, tawaf, dan membaca Al-Qur’an tidak diperbolehkan.
Islam mengajarkan tata cara mandi besar secara jelas melalui Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW. Tujuannya bukan hanya membersihkan tubuh secara fisik, tetapi juga menyucikan diri secara spiritual sebelum kembali beribadah kepada Allah.
Dasar perintah mandi besar disebutkan dalam Al-Qur’an.
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
“Dan jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah.” (QS. Al-Māidah: 6)
Ayat ini menjadi landasan utama kewajiban mandi besar bagi setiap Muslim yang berada dalam kondisi junub.
Belajar Makna Sabar dari Kisah Nabi Ayyub AS
Adapun tata cara mandi besar yang benar dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, dijelaskan bahwa Nabi memulai mandi besar dengan niat, kemudian membasuh anggota tubuh secara bertahap hingga merata.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ
“Rasulullah SAW apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, lalu berwudu sebagaimana wudu untuk salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Secara ringkas, mandi besar diawali dengan niat dalam hati untuk menghilangkan hadas besar karena Allah. Setelah itu, dianjurkan mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis, lalu berwudu seperti wudu untuk salat.
Tahap selanjutnya adalah mengguyur air ke seluruh tubuh, dimulai dari kepala. Nabi Muhammad SAW mencontohkan agar air disiram ke kepala sebanyak tiga kali, kemudian ke seluruh badan hingga tidak ada bagian tubuh yang terlewat.
ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثًا، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ
“Kemudian beliau mengguyurkan air ke kepalanya tiga kali, lalu mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama sepakat bahwa yang paling penting dalam mandi besar adalah niat dan meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk lipatan kulit, rambut, dan bagian tubuh tersembunyi. Adapun urutan yang dicontohkan Rasulullah SAW bersifat sunah dan menyempurnakan mandi wajib.
Mandi besar tidak hanya berfungsi sebagai syarat sah ibadah, tetapi juga mengandung nilai kebersihan dan kesehatan. Islam menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Bersuci itu adalah separuh dari iman.” (HR. Muslim)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Tata cara mandi junub mandi besar hukum fiqh





















