Rabu, 21/01/2026 00:11 WIB

Kementrans Siapkan Talenta Sangat Unggul Lewat Beasiswa Patriot





Teknologi penting, tapi masa depan Indonesia ditentukan oleh manusia yang mau turun ke lapangan, memimpin, dan menggerakkan masyarakat. Itulah yang kami siapkan

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot, di Jakarta, Selasa (Foto: Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu memimpin, mengambil keputusan, menggerakkan masyarakat di lapangan, dan menciptakan lapangan kerja nyata, peran yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Inilah arah besar Program Beasiswa Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi. Program ini dirancang untuk melahirkan transmigran patriot, talenta terdidik yang ditugaskan langsung ke kawasan transmigrasi untuk membuka lapangan kerja dan membangun pusat-pusat ekonomi baru.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, di tengah kemajuan teknologi, kekuatan utama Indonesia tetap berada pada manusia yang memiliki kepemimpinan, empati, dan keberanian untuk hadir bersama masyarakat.

“Teknologi penting, tapi masa depan Indonesia ditentukan oleh manusia yang mau turun ke lapangan, memimpin, dan menggerakkan masyarakat. Itulah yang kami siapkan melalui Beasiswa Patriot,” ujar Menteri Iftitah dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026, Selasa (20/1).

Rapat tersebut diikuti oleh 10 Perguruan Tinggi Negeri dari berbagai daerah yang menjadi mitra program tersebut. Melalui Beasiswa Patriot, peserta tidak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga diberi mandat untuk mengelola potensi wilayah dan mengubahnya menjadi kegiatan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

Menurut Menteri Iftitah, kepemimpinan tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada sistem atau teknologi. Di banyak wilayah, terutama kawasan transmigrasi, kehadiran pemimpin lapangan masih menjadi kunci utama pembangunan.

“Kita butuh orang-orang yang bisa membangun kepercayaan, menyatukan masyarakat, dan mengambil keputusan di situasi nyata. Di ruang-ruang seperti inilah peran manusia tidak tergantikan,” tegasnya.

Setelah menyelesaikan studi, penerima Beasiswa Patriot akan menjalani penugasan selama satu tahun di kawasan transmigrasi. Mereka akan fokus mengembangkan sektor-sektor potensial seperti industri lokal, perikanan, kesehatan, dan teknologi terapan sesuai kebutuhan dan karakter wilayah.

“Target akhirnya jelas, lahir pusat-pusat ekonomi baru dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Patriot kita hadir sebagai penggerak, bukan penonton,” kata Menteri Iftitah.

Program ini juga membuka ruang bagi kalangan profesional, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota TNI dan Polri, yang dinilai memiliki pengalaman lapangan dan kapasitas kepemimpinan untuk memperkuat dampak program.

Kepala Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Prof. Wiwandari Handayani, menilai pendekatan ini relevan dengan tantangan pembangunan ke depan. “Kepemimpinan lapangan dan pendampingan langsung sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang sedang tumbuh. Hal ini bisa dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah setempat,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, Kementerian Transmigrasi tengah memfinalkan skema pendanaan bersama Kementerian Keuangan agar pelaksanaan program berjalan tuntas dan berkelanjutan.

Menteri Iftitah memastikan Beasiswa Patriot akan diluncurkan secara resmi pada Februari mendatang sebagai bagian dari transformasi transmigrasi berbasis pembangunan manusia.

“Ini investasi jangka panjang. Indonesia membangun manusia unggul agar mampu memimpin di situasi yang tidak bisa dijawab oleh teknologi,” pungkasnya.

KEYWORD :

Kementerian Transmigrasi Talenta Sangat Unggul Beasiswa Patriot M. Iftitah Sulaiman Suryanagara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :