Selasa, 20/01/2026 22:10 WIB

Berbagai Sunnah Rasulullah SAW yang Kerap Terabaikan





Menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang sering diabaikan merupakan upaya menjaga kemurnian ajaran Islam.

Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam keseharian umat Islam saat ini, tidak sedikit ajaran Nabi Muhammad SAW yang perlahan ditinggalkan atau dianggap sebagai amalan ringan yang tidak mendesak.

Padahal, sunnah Rasulullah SAW merupakan pedoman hidup yang memiliki kedudukan penting dalam agama dan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah SWT, bukan sekadar pelengkap ibadah.

Al-Qur`an secara tegas memerintahkan kaum beriman untuk mengikuti apa pun yang datang dari Rasulullah SAW dan menjauhi larangannya. Hal ini menegaskan bahwa sunnah adalah sumber petunjuk yang wajib dijadikan rujukan.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)

Ayat ini menunjukkan bahwa mengikuti sunnah bukanlah pilihan tambahan, melainkan bentuk ketaatan langsung kepada Allah melalui Rasul-Nya.

Rasulullah SAW juga memberikan dorongan besar kepada umatnya agar menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang mulai dilupakan. Dalam sebuah hadis, beliau menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang berusaha mengamalkannya.

مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَلَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa menghidupkan sunnahku yang telah ditinggalkan setelahku, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa sunnah, meskipun tampak sederhana seperti adab makan, dzikir harian, atau shalat sunnah, memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah jika dijaga dan diamalkan secara konsisten.

Lebih jauh, Al-Qur’an mengaitkan kecintaan kepada Allah dengan kesediaan mengikuti Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan. Menghidupkan sunnah bukan hanya soal praktik ibadah, tetapi juga bukti keimanan dan cinta sejati kepada Nabi.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah jalan menuju cinta dan ampunan Allah, bukan sekadar simbol atau pengakuan lisan.

KEYWORD :

Info Keislaman Sunnah Nabi SAW Rasulullah SAW umat Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :