Selasa, 20/01/2026 20:58 WIB

Inilah Golongan Orang-orang yang Terhalang dari Kebaikan





Hati yang terjaga adalah kunci utama terbukanya pintu-pintu kebaikan.

Ilustrasi - inilah bebarapa golongan orang-orang yang terhalang dari kebaikan Allah SWT (Foto: Pexels/Abdullah Ghatasheh)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam pandangan Islam, terhambatnya seseorang dari kebaikan bukan disebabkan oleh kemiskinan, kelemahan fisik, atau keterbatasan sosial.

Penghalang yang paling serius justru terletak pada hati yang tertutup dari hidayah Allah SWT. Ketika hati dipenuhi dosa dan kelalaian, kebaikan yang ada di sekelilingnya pun menjadi sulit diraih.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa dosa memiliki dampak langsung terhadap tertutupnya jalan kebaikan dalam hidup seseorang. Dalam sebuah hadis disebutkan:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki (kebaikan) karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa dosa tidak hanya berdampak pada akhirat, tetapi juga menghalangi keberkahan dan kebaikan di dunia, sering kali tanpa disadari oleh pelakunya.

Al-Qur`an juga menjelaskan bahwa berpaling dari peringatan Allah menjadi sebab tertutupnya hati manusia. Ketika seseorang menolak kebenaran secara terus-menerus, Allah membalasnya dengan mengunci hati tersebut dari petunjuk.

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

“Maka ketika mereka berpaling, Allah pun memalingkan hati mereka.” (QS. Ash-Shaff: 5)

Ayat ini menegaskan bahwa penolakan terhadap kebenaran bukan perkara ringan. Sekali hati berpaling, seseorang akan semakin sulit menerima nasihat, meskipun kebaikan terbentang luas di hadapannya.

Selain dosa dan kelalaian, kesombongan juga menjadi penghalang besar dari kebaikan. Orang yang merasa paling benar dan enggan tunduk pada kebenaran akan dijauhkan dari tanda-tanda kebesaran Allah.

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

“Aku akan memalingkan dari tanda-tanda-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar.” (QS. Al-A‘raf: 146)

Kesombongan membuat seseorang sulit menerima kebenaran, menolak nasihat, dan akhirnya jauh dari amal saleh yang seharusnya mendekatkannya kepada Allah SWT.

Karena itu, orang yang benar-benar terhalang dari kebaikan adalah mereka yang lalai menjaga kebersihan hati dan amalnya. Sebaliknya, hati yang rendah, mau bertaubat, dan terbuka terhadap kebenaran akan selalu dimudahkan Allah menuju jalan kebaikan. Inilah yang tercermin dalam doa yang diajarkan Al-Qur’an:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.” (QS. Ali ‘Imran: 8)

Hati yang terjaga adalah kunci utama terbukanya pintu-pintu kebaikan. Selama hati tetap hidup dengan iman dan keikhlasan, jalan menuju kebaikan akan selalu Allah lapangkan.

KEYWORD :

Info Keislaman Hati terkunci Rasulullah SAW Menerima kebaikan Hidayah Allah SWT




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :