Selasa, 20/01/2026 11:41 WIB

Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung





ATR 42-500 merupakan varian pengembangan dari keluarga ATR 42 yang diproduksi oleh ATR (Avions de Transport Régional)

Pesawat ATR 42-500 (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Pesawat ATR 42-500 merupakan salah satu pesawat turboprop yang cukup dikenal dalam dunia penerbangan regional, termasuk di Indonesia.

Pesawat ini kerap digunakan untuk penerbangan jarak pendek dan menengah, terutama di wilayah kepulauan dengan kondisi bandara terbatas.

Efisiensi bahan bakar dan kemampuan beroperasi di landasan pendek menjadikan ATR 42-500 sebagai pilihan banyak operator penerbangan perintis maupun komersial.

ATR 42-500 merupakan varian pengembangan dari keluarga ATR 42 yang diproduksi oleh ATR (Avions de Transport Régional), perusahaan patungan antara Airbus dan Leonardo (sebelumnya Alenia Aeronautica).

Varian ini mulai diperkenalkan pada akhir 1990-an sebagai penyempurnaan dari seri sebelumnya.

Dari sisi kapasitas, ATR 42-500 dirancang untuk mengangkut sekitar 44 hingga 50 penumpang, tergantung konfigurasi kabin yang digunakan operator.

Pesawat ini memiliki panjang sekitar 22,7 meter, dengan rentang sayap 24,6 meter, serta tinggi sekitar 7,6 meter. Dimensinya yang relatif ringkas membuat ATR 42-500 mampu beroperasi di bandara-bandara kecil dengan keterbatasan infrastruktur.

Untuk urusan performa, ATR 42-500 dibekali dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127E. Mesin ini dikenal andal dan hemat bahan bakar, sekaligus memberikan daya dorong yang memadai untuk lepas landas di landasan pendek.

Kecepatan jelajah pesawat ini berada di kisaran 500–560 kilometer per jam, dengan jangkauan terbang sekitar 1.500 kilometer, sehingga cocok untuk rute antarpulau jarak dekat.

Ketinggian terbang maksimum ATR 42-500 mencapai sekitar 25.000 kaki, lebih rendah dibandingkan pesawat jet komersial, namun cukup ideal untuk penerbangan regional.

Pesawat ini juga dirancang mampu beroperasi di berbagai kondisi cuaca, termasuk wilayah dengan curah hujan tinggi dan topografi menantang, seperti yang banyak ditemui di Indonesia.

Dari sisi kokpit, ATR 42-500 telah dilengkapi dengan sistem avionik digital (glass cockpit) yang membantu pilot dalam navigasi dan pengawasan kondisi pesawat.

Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan penerbangan sekaligus mengurangi beban kerja awak kokpit. Selain itu, pesawat ini diawaki oleh dua pilot, sesuai standar penerbangan sipil internasional.

Keunggulan lain ATR 42-500 terletak pada efisiensi operasional. Konsumsi bahan bakarnya relatif lebih rendah dibandingkan pesawat jet, sehingga biaya operasional dapat ditekan.

Hal ini membuat ATR 42-500 banyak digunakan pada rute dengan tingkat keterisian penumpang menengah, di mana penggunaan pesawat berbadan besar dinilai kurang ekonomis.

Dengan spesifikasi tersebut, ATR 42-500 menjadi salah satu tulang punggung penerbangan regional di berbagai negara.

KEYWORD :

pesawat ATR 42-500 Spesifikasi ATR 42-500 Kecelakaan Pesawat Gunung Bulusaraung




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :