Senin, 19/01/2026 15:42 WIB

2026, Pemprov DKI Anggarakan Rp31 Miliar untuk Modifikasi Cuaca





Pelaksanaan OMC dilakukan dengan menerbangkan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Ilustrasi banjir Jakarta

Jakarta, Jurnas.com - Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menganggarkan Rp31 miliar untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Anggaran ini dialokasikan untuk pengendalian cuaca, baik pada musim penghujan untuk menekan risiko banjir, maupun saat musim kemarau guna mengantisipasi kekeringan dan potensi krisis air bersih.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan, alokasi anggaran OMC bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta dinamika kondisi atmosfer sepanjang tahun.

“Sampai dengan Desember 2026, jumlah anggaran OMC sekitar Rp 31 miliar, menyesuaikan kebutuhan. Karena rencananya, operasi modifikasi cuaca juga akan dilaksanakan pada musim kering,” ujar Yohan, Senin (19/1/2026).

Sebagai langkah awal, BPBD Jakarta telah memulai pelaksanaan OMC sejak 16 Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 20 Januari 2026. Operasi ini difokuskan untuk menekan intensitas hujan ekstrem yang berpotensi memicu genangan dan banjir di sejumlah wilayah ibu kota.

Pelaksanaan OMC dilakukan dengan menerbangkan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam operasionalnya, BPBD Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia sebagai mitra teknis penyemaian awan.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji menilai, OMC berperan penting dalam mengurangi dampak hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, modifikasi cuaca membantu mengendalikan curah hujan sehingga potensi banjir dapat ditekan.

“Jika BPBD tidak melakukan operasi modifikasi cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak,” kata Isnawa.

Selama pelaksanaan OMC, BPBD Jakarta bersama BMKG dan TNI AU melakukan evaluasi serta koordinasi harian. Evaluasi ini bertujuan menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif berdasarkan perkembangan atmosfer terkini.

Meski OMC telah dilakukan, BPBD Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Warga juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan drainase, guna meminimalkan risiko genangan.

KEYWORD :

BPBD DKI Modifikasi Cuaca Pemprov DKI




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :